Siapa Figur Papua, Pers Independent | blog ini : ko cari | tulis

Anggota Wisselmeren Jogya Kecewa

Senin, 27 Februari 2012

Sore ini (27/2/12) dalam lanjutan babak penyisian putaran ketiga SMS CUP antara Wisselmeren Fc versus maguwo Fc di Lapangan Paskas kompleks TNI AU berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Wisselmeren.

Saat wasit meniup pluit tanda babak kedua selesai, seorang anggota Wisslmeren dengan nada suara yang keras meminta kepada panitia natal Ipmapadode 2011-2012 segera melakukan pertemuan.

Yaa cepat lakukan pertemuan secepatnya, jangan mempermainkan kami. Banyak sekali persoalan yang sebenarnya harus diselesaikan seperti laporang pertanggung jawaban dan lainnya, tapi mengapa sampai sekarang masih belum juga, katannya.

Kami cape lanjut dia sedikit lagi mau masuk bulan yang ketiga, sebenarnya ada apa, masa panitia tidak pernah bertindak tuuu, jelas-jelas persoalan ada didepan mata baru, tambahnya.

Saat dia menyampaikan kata-kata itu, ketua panitia Petrus Gobai beserta panitia inti lainnya ada di lapangan juga,  mereka mendengar jelas semua yang dikatakannya.

Bukan hanya masalah natal saja, pengrusakan kamar Andi Gobai dan Daniel Pakage juga harus diselesaikan, korban pernah mengeluarkan undangan tapi kenapa tersangka saat itu tidak menanggapi, sebenarnya ada apa ini katanya lagi.

Nama kami Wisselmeren benar-benar sudah rusak, mau taru muka dimana lagi saat natal nanti di Malang. Coba dong pikir itu kah.....tambahnya

Bukan hanya itu, seorang abang senior Wisselmeren yang juga hadir menyaksikan pertandingan juga berkata demikian.

Masalah uang hilang berapa itu tidak jadi persoalan sebenarnya, karena setiap manusia tidak terlepas dari kelemahan dan kekurangan tapi coba teman-teman panitia buat LPJ saja kah, misalnya dari Kabupaten Paniai berapa, Dogiyai berapa, Nabire berapa dan seterusnya dari berbagai sumber dana yang pernah bantu.

Lanjut dia mengapa? Maksudnya supaya teman-teman dari asal kabupaten itu tahu dan yang menyalurkan uang itu juga merasa senang dan bangga kemudian lebih dari itu agar tidak menutup jalan kedepan bagi adik-adik yang akan kuliah di Jogya khususnya dan kegiatan-kegiatan umum lainnya yang akan di buat bersama oleh seluruh anggota Ipmapanadode se-Jawa dan Bali, jelas dia.

Bukan hanya mereka berdua saja, suara terdengar dimana-mana. Betul itu bilang saja, kata beberapa anggota Wissel lain yang juga merasa kesal dan kecewa dengan tindakan tidak terpuji dari panitia inti natal.


Jiwa Drogba Belum Ada di Papua

Rabu, 22 Februari 2012


Orang di luar negeri, banyak milioner yang bisa kita contoh, mereka punya segala-galanya namun mereka tidak pelit. Berbagai macam bentuk jasa pelayanan gratis seperti sekolah, rumah sakit, panti asuhan, panti jompo dan lainnya dibangun cuma-cuma hanya untuk orang yang benar-benar  membutuhkan pertolongan. Padahal orang-orang  yang ditolong itu tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka.

Bukan hanya satu, banyak sekali bintang dunia yang sukses melalui bakat-bakatnya menolong orang lain misalnya seperti  Samuel Eto’o, Oprah Winfrey, Messi, Ronaldinho, Drogba. dan lainnya

Yaa..acungan jempol pantas diberikan kepada mereka, sebab mereka tak hanya menikmati uang hasil keringatnya di lapangan hijau untuk dirinya semata. Melainkan memikirkan nasib sesama. Contoh terbaru yang keluar dimedia nasional Jogya Express, edisi sabtu 18/2/2012. Memuat berita di halaman Sportainment bahwa bintang sepak bola yang sedang memperkuat klub terkaya Inggris Chelsea Fc, Didier Drogba ingin membangun sebuah rumah sakit di Abidjan.

Mantan pemain Paris Saint Germany (PSG) salah satu klub di Prancis itu, kini sedang fokus pada pembangunan sebuah rumah sakit (RS) senilai 3 juta poundsterling yang telah dirancang sejak lima tahun lalu bersama yayasannya.
Keinginan membangun rumah sakit yang mahal itu muncul ketika ia berjalan mengelilingi salah satu daerah termiskin di Abidjan.

“ saya senang dan tidak sabar lagi membangun sebuah rumah sakit untuk keluarga-keluarga saya yang selalu sakit-sakitan semoga melalui RS yang akan saya bangun nanti dapat membantu meringankan beban mereka, " ucapnya seperti yang dilansir  thesun.co.uk, Jumat (17/2).

Memang luar biasa sekali jiwa sosialnya, bukan hanya itu ia juga sering melimpahkan sebagian besar pundi-pundi hartanya  untuk kegiatan amal bersama Yayasan Didier Drogba.

Seandainya saja ada satu orang papua yang rela mau berkorban membuat sesuatu yang berfungsi bagi banyak orang seperti mereka diatas, dijamin pasti orang papua yang lain akan tertolong dengan jasanya.  Dari tahun 2001 bertepatan dengan dicetuskan otsus melalui UU No 21 thn 2001 oleh NKRI di tanah papua, banyak sekali dana yang mengalir secara membabi buta.

Para elit politik orang papua yang saat itu duduk dijajaran pemerintahan, tidak satupun yang bijak. Tidak bijak untuk memanfaatkan kesempatan itu.

Begitupun juga dengan orang papua yang sukses dalam usaha, punya PT, CV yang banyak dan lainnya tapi sama saja. Uang berlimpah-limpah masuk ke kantong dompet tapi sayang tidak ada hasil apa-apa.

Inilah problem atau persoalan besar yang secara umum sedang dihadapi oleh orang papua, banyak uang tapi tidak bijak dalam mempergunakan atau memanfaatkan uang-uang tersebut. Sebenarnya mengapa dan ada apa...???

Karena berbicara kasih dalam arti mengasihi sesama baik musuh maupun lawan, orang papualah yang punya kasih paling besar.  Mereka bukan hanya mengasihi sesama sekedar melainkan itu berlangsung lama. Sekakar atau pelit, egois atau mementingkan diri sendiri, benci, dan seterusnya yang bersifat mencari keuntungan diri sendiri tidak dimiliki oleh orang papua.

Sebab tentu sifat-sifat tersebut akan bertentangan dengan kebiasaan hidup sehari-hari. Dan bisa dikata kasih adalah salah satu budaya yang sudah melekat erat secara turun temurun dari para nenek moyang dahulu kala.

Namun para petinggi pemerintahan atau perusahaan sekarang yang punya uang banyak mengenai kasih akan sesama sudah hilang total, yang ada hanya kasih kepada diri sendiri, keluarga sendiri, marga sendiri, suku sendiri dan kasih kepada kerabat atau orang yang pernah berjasa padanya.

Jadi Korban yang berjatuhan dimana-mana di seluruh pelosok tanah Papua bukan hanya karena tindakan-tindakan NKRI yang brutal melainkan juga karena orang papua yang satu acuh tak acuh dengan kondisi orang papua yang lainnya.

Ibarat sebuah perumpamaan “orang samaria yang baik hati”, artinya yang membutuhkan pertolongan sebenarnya tidak jauh, ada didepan mata tapi yang ada hanya lihat dan lewat begitu saja seperti  tindakan seorang imam dalam perumpamaan diatas.

Ingat, mereka yang diluar membantu kita hanya mau mencapai sesuatu yang mereka ingin dapatkan dari apa yang kita punya, bukan membantu kita dengan setulus hati.

Hanya kita sendirilah yang bisa saling topang menopang mengisi setiap kekurangan yang ada, karena itu tentunya murni 100% berasal dari lubuk hati tanpa meminta atau mengharapkan sesuatu.

mengapa orang lain yang bedah dengan kita saja bisa kita tolong sedangkan kita sendiri yang sama malas tau.....??? ayoo jangan sampai kita punah..... bangkitkan ....!!!



Korupsi: Mahasiswa sudah Praktekkan

Minggu, 12 Februari 2012

Berbicara korupsi berarti berbicara mengenai uang, tidak bisa kita pungkiri itulah kenyataan yang kerap kali terjadi pada diri kita, orang disekitar kita maupun orang yang jauh diluar sana. Hanya karena uang apapun bisa terjadi, marah, benci, membunuh sudara sendiri, tidak memperdulikan orang lain, mengancam dan seterusnya itulah sifat-sifat yang akan nampak ketika kita mau atau sudah melakukan korupsi.

Menurut seorang pendeta yang memimpin sebuah gereja kecil di Jogya, setelah ditelusuri oleh beberapa ahli ekonomi di Amerika godaan paling jitu atau paling ampuh orang jatuh adalah uang. Sebab menurut data yang berhasil mereka kumpulkan mengenai korupsi akan uang pelakunya adalah semua kalangan, Pendeta, Pastor, Polisi, Presiden, Hakim, Jaksa, Pengacara dan lainnya.

Yaa itulah hebatnya uang, orang yang bisa kita andalkan untuk menjadi teladan atau menjadi panutan hidup saja jatuh apalagi yang lainnya. Terlepas dari itu, Alkitab juga telah mengatakan demikian bahwa uang adalah akar dari kejahatan. Maksudnya sangat jelas, demi mendapatkan uang apapun usaha bisa kita lakukan.

Tahun lalu 2011, Indonesia mencatat rekor  sebagai negara korupsi terbesar di dunia, dari kalangan eksekutif, yudikatif, legislatif sampai  ke jajaran aparatur negara terkecil semua sudah tergolong didalamnya. Contoh konkritnya seperti yang sudah kita ketahui bersama, SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono, orang nomor satu direpublik ini telah menggelapkan milayaran bahkan sampai triliun rupiah, yang berhasil di ungkapkan dengan bukti-bukti yang jelas oleh seorang aktivis HAM, George Junus Aditjondro melalui bukunya “Membongkar  Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank century”  dan “Cikeas Kian Menggurita” .

Bukan hanya itu, anak buahnya yang pada saat itu menjabat sebagai bendahara umum partai demokrat Muhammad Nazaruddin juga melakukan kasus yang sama dengan bosnya yaitu korupsi, tidak berhenti sampai disitu banyak sekali contoh yang mungkin sudah kita ketahui bersama.

Jadi di Indonesia rupanya korupsi menjadi sebuah ajang perlombaan, banyak para elit politik, para tokoh agama, para penegak keadilan seperti polisi, hakim, bahkan juga mahasiswa semua berlomba-lomba mencatat rekor.  Sangat tidak jelas hukum yang berlaku di republik ini, bingung siapa yang menjadi sopir dan siapa yang menjadi penumpang sepertinya semua sama, tidak bisa dibedakan.

Waahh..kalau sebuah negara sudah demikian, kira-kira solusinya apa yaa...??  tidak ada jawaban untuk menjawab pertanyaan ini, kalau dijawab juga percuma, karena dari awal sejak negara ini dibentuk sudah salah maka seterusnya akan salah terus. 

Coba kita lihat negara ini dari tahun ke tahun, hukum yang dibuat selalu dipermainkan seenaknya oleh para penguasa, hukum tidak pernah berpihak ke kaum miskin. Yaa itulah Negara indonesia, negara yang tidak punya identitas yang jelas, tidak punya sejarah, bahkan tidak punya dasar yang kuat atau alasan kuat mengapa Negara Indonesia ini bisa di bentuk. Indonesia dibentuk hanya karena keegoisan Sukarno.

Pemerintah Papua

Korupsi di Papua dalam beberapa tahun terakhir telah melunjak tinggi bahkan Papua menjadi urutan pertama provinsi korupsi terbesar di negara ini. Bukan hal luar biasa melainkan korupsi menjadi hal biasa yang dilakukan rutin oleh para elit politik, para tokoh agama dan lainnya.

Barnabas Suebu S.Sos, mantan gubernur sebelum turun jabatan, dia diduga melakukan korupsi 1,2 T (sumber: klik ini). Lalu anak buahnya Pak Naftali Yogi S.Sos, bupati Kabupaten Paniai, selama 5 tahun dalam masa kepemimpinannya tidak pernah ada pembangunan fisik maupun non fisik, dan juga tidak pernah buat satu program yang mengeluarkan biaya besar yang bermanfaat dan berguna bagi masyarakat.  Jadi bingung uang Otonomi Khusus, APBD, dana royalti dari PT FI pertahun yang dicucurkan dikemanakan semuanya.

Kemudian kabar terakhir dari Nabire, setelah Pak Isaias Douw menjadi orang nomor satu, menurut salah satu orang terpercaya pak bupati mengatakan, semua uang dipegang langsung oleh pak bupati, para pimpinan instansi terkait bingung apa yang mereka harus perbuat, program kerja sudah mereka buat dan ajukan tapi sampai detik ini dana belum juga dicairkan. 

Dari tiga pemimpin diatas telah mewakili semua pemimpin yang ada di Papua, tidak ada yang benar, mereka melangkah dan buat semau apa yang mereka pikir dan Indonesia pikir bukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jelas perlakuan mereka telah melanggar hukum, KPK (komisi pemberantas korupsi) sebagai lembaga negara yang bertujuan untuk menangkap dan mengadili para tersangka korupsi tidak pernah kerja jujur sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya khususnya di tanah papua.
Para korupsi asal papua tidak pernah ditangkap, mereka dibiarkan begitu, sebenarnya mengapa dan ada apa dibalik semua itu...? (jawab sendiri)

Mahasiswa Papua

Tidak ketinggalan rupanya korupsi juga sudah mulai nampak dilingkup mahasiswa, sekitar 5 - 6 tahun yang lalu pasca beberapa kabupaten di Papua dimekarkan, organ sosial dari ikatan mahasiswa juga ikut pisah. Semua berdiri membentuk ikatan masing-masing sesuai kabupatennya.

Setiap tahun pemerintah daerah masing-masing selalu membagi uang pendidikan bagi mahasiswa/i yang menjalani Tugas Akhir (TA), KKN, dan PKL  untuk sekedar meringankan beban orang tua dan juga uang pemondokan berupa kontrakan.

Di Pulau Jawa bukan hanya satu kota study saja yang punya masalah mengenai penggelapan dana (korupsi), hampir semua ada.  Entah itu yang dibuat mahasiswa tertentu atau kelompok, kaka senioritas, para tugas belajar, atau dari badan pengurus ikatan itu sendiri.

Misal, 76 juta yang hilang di kalangan Mahasiswa Paniai Yogyakarta sampai sekarang belum juga terungkap siapa dalang atau otak dibalik semua itu. Beberapa hari lalu (7/02/12) sebelum peresmian asrama permanen telah dibahas bersama pemda namun belum juga diketahui siapa-siapa yang bermain dalam skenario yang sudah di setting secara sistematis.

Itu contoh nyata yang sudah terjadi diantara Mahasiswa Paniai, heran mahasiswa yang sebenarnya harus menjadi panutan hidup yang baik bagi orang lain malah mengajarkan hal-hal buruk. Apa jadinya nanti kelak ketika pulang ke pupua, perilaku busuk yang sudah di pelajari itu kah yang mau diterapkan nanti atau mau menjadi koruptor kaliber.

Tidak ada untungnya, banyak dampak buruk yang akan menimpa kita, misal akan merusak citra diri sendiri, nama baik hancur, tidak ada kepercayaan dari orang lain dan lainnya.  Tidak ada pilihan lain, lebih baik stop dari sekarang dan berpikir apa yang baik dan berguna bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Makan sepiring nasi dari hasil usahamu sendiri akan lebih berharga dan lebih puas ketimbang makan sepiring nasi dari hasil curian jatah orang lain” 
(amoye yogi)

Wasit Tidak Adil, Persipura Kalah...!!!

Selasa, 07 Februari 2012

Sore ini di Stadiaon Mandala Krida Yogyakarta (7/1/12), telah berlangsung pertandingan sengit antara Persija Jakarta versus Persipura Jayapura. Ribuan suporter terlihat memadati setiap sudut tribun baik suporter dari Persipura sendiri maupun juga dari Persija. 

Suporter Persija atau yang biasa disebut dengan julukan The Jackmania terlihat sangat antusias bagi timnya. Mereka datang dengan atribut yang tidak lasim lagi yakni semua serba orange, warna baju tim kebanggaan mereka.  Tak ketinggalan suporter Persipuramania juga demikian,  hitam-merah menghiasi tribun mandala krida, diluar maupun didalam.

Persipuramania yang hadir untuk mendukung Mutiara Hitam, julukan persipura jayapura adalah mereka orang-orang Papua yang sedang menuntut ilmu di Pulau Jawa. Bukan hanya masyarakat papua se-Jawa Tengah yang datang, Jawa Timur dan Jawa Barat pun datang.

Luar biasa, sangat luar biasa, rupanya jarak bukan alasan atau hambatan bagi mereka, yang terpenting adalah bagaimana bisa memberikan dukungan bagi Mutiara Hitam, tim kebanggaan Bangsa Papua Barat.

"Saya besok kuliah, tapi karena persipura main makanya saya bisa datang dari jauh-jauh", kata teman saya yang kuliah di kota study salah tiga.

"Bukan hanya ini lanjut dia dimana persipura main di pulau jawa ini, saya selalu hadir untuk memberikan dukungan secara langsung", tambahnya.

Saat babak pertama usai, banyak suporter persipuramania kecewa dengan wasit. Keluhan terdengar di mana-mana. Ada yang bilang wasit tidak adil, terlihat sekali beberapa keputusan wasit berat sebelah, dan  adapulah juga yang bilang mengapa  saat pemain persipura melakukan tekel atau pelanggaran pasti tiup, klo persija jarang.

Contohnya  pemain persija dua kali bola menyentuh tangan mereka dalam areanya namun wasit mengabaikan, padahal jelas pelanggaran tersebut terjadi depan wasit. Namun lain hal dengan persipura, tanpa sengaja bola menyentuh tangan pemain wasit langsung meniup pluit dan memberi mereka tedangan pinalti. Padahal hanya sekali.

Wasit ini memang anjing sekali, masa dia seenaknya mau meniup pluit begitu, klo persija yang buat dia tidak tiup, maksudnya apa ini..? teriak seorang suporter dari tribun.

Memasuki babak kedua, akibat dari kepemimpinan wasit yang tidak profesional dalam mengambil keputusan, beberapa suporter persipuramania dan the jackmania saling lempar melempar. Dan akhirnya terjadi keributan sampai pertandingan selesai.

Persipura kalah 1-0 atas persija


Bebaskan Forkorus css Tanpa Syarat

Senin, 30 Januari 2012


Kami segenap Rakyat Papua menghimbau bahwa segera bebaskan Forkorus css, karena jelas mereka tidak pernah buat makar di Negara Indonesia. Kata siapa mereka mendirikan negara didalam negara. Negara Indonesia dan Negara Papua Barat sama-sama telah merdeka seperti yang sudah kita ketahui bersama.

Bebaskan, lepaskan dan hapus semua pasal omong kosong yang sedang kalian kenakan pada mereka, alasan kalian sangat tidak jelas. Mereka tidak buat keonaran di Republik Indonesia yang kalian cintai. Mereka hanya menyatakan bahwa mereka adalah sebuah negara yang terpisah, tidak tergabung dalam bingkai NKRI.

Apa yang mereka lakukan di lapangan zakaeus padang bulan abepura pada tanggal 16-19 oktober tahun lalu adalah wajar sebagai penyampaian pendapat atau aspirasi. Kegiatan tersebut dari awal sampai akhir terlihat berjalan baik, sama sekali tidak merugikan atau merusak keutuhan NKRI seperti yang telah diungkap forkorus dalam sidang kemarin di pengadilan negeri jayapura.

“Perjuangan kami bukan untuk merusak atau menghancurkan Negara manapun di dunia ini. Kami tidak berniat merusak keutuhan NKRI, karena apa yang kami lakukan berdasar pada nilai-nilai hak asasi manusia [HAM],’’ paparnya saat membacakan eksepsi pribadi para terdakwa.

Perjuangan mereka murni karena mereka hanya mau memulihkan kembali Kemerdekaan Kedaulatan Papua Barat yang sedang Indonesia hapus melalui berbagai kebijakan dari tahun 1961 sampai sekarang.

Dan apabila mereka tetap dijatuhkan hukuman jelas bahwa Indonesia telah melanggar nilai-nilai HAM. Nilai-nilai yang sebenarnya harus dijaga dan harus dihargai antara negara. Jika tetap demikian, maka jelas sekali persoalan antar negara terjadi, yaitu antara Negara Indonesia dan Negara Papua Barat.

Tidak ada pilihan lain, untuk menyelesaikan persoalan ini perlu ada pihak ketiga.  Pihak netral yang mampu menyelesaikan masalah berdasarkan hukum internasional yang berlaku tanpa memihak pihak tertentu.

Sekali lagi tanpa syarat apapun hei bangsa benalu bebaskan para pejuang bangsa papua.
(amoye yogi)

Bejat dan Konyol Perlakuan Indonesia


Tidak lengkap dan pastinya bukan hanya ini, banyak dan banyak sekali. Maksudnya siang itu sekitar pukul 14.00WIB, hari kamis (26/1/20012) setelah pulang dari aksi turun jalan. Saya sampai di kos. Karena cape saya langsung mandi.  Setelah menyentuh air yang segar, seluruh tubuhku segar kembali.

saya bersama dia, dia yang selalu berada disamping saya saat suka maupun duka membuka laptop yang sudah dilengkapi modem untuk online, yaa seperti biasa...untuk sekedar membaca  info-info terkini. 

Banyak situs yang kami berdua  kunjungi. Tabloid jubi, detiksport, bintangpapua, suarapapua , dan juga blogspot dari teman-teman papua yang saya kenal, seperti penaku dan goresanku, umaginews, paschall blog, egedynews, paniai wuu, auki dan lain-lainnya.

dari semua ada  satu berita yang saat itu membuat hati kami berdua terasa perih dan sangat sakit setelah membaca. Berita itu di muat di umaginews.  Kata uma alias upeks, terlalu kejam dan sangat tidak manusiawi sekali mereka, bikin takut ungkapnya setelah selesai baca.

Kalau setiap hari lanjut dia kita dilakukan seperti  ini terus, bisa-bisa kita habis. Saya hanya diam dan dengar apa yang dia ucapkan. Setelah dia selesai bicara saya memberi dia sebuah pertanyaan,  pertanyaan ini pernah Bapak Theis Hiyo Eluay bertanya kepada anaknya Boy Eluay, kalau kamu melihat rakyatmu menangis ketika mereka dibunuh, disiksa, dipenjara apa yang kamu lakukan, diam saja atau ambil tindakan??? Dia diam, tidak memberi komentar satupun.

Tulisan dibawa sedikit banyaknya akan mengulas rentetan peristiwa mengenaskan dibumi cenderawasih. Berita tersebut saya kutib dari sudari umaginews, sebelum sudara membaca tulisan dibawa, saya ingin mengatakan kepada sudara-sudara yang berasal dari indonesia, perlakuan kalian Sadis dan sangat bejat, namun ada pepatah mengatakan Mati Satu Tumbuh Seribuh.  Kami anak Bangsa Papua Barat tidak akan pernah menyerah, pasrah, dan putus asa.
kami akan lawan, lawan, dan lawan ingat itu hai Indonesia, bangsa pemakan manusia. Anjiiiing terkutuklah engkau dibumi maupun disurga, selamat membaca.

Cerita tentang korban kekerasan aparat keamanan terhadap warga sipil di negara ini cukup banyak. Bahkan tak terhitung jumlahnya dan tak terdata dengan baik. Setiap daerah di Indonesia pasti ada cerita penyiksaan aparat keamanan yang sungguh tidak manusiawi.

Aparat keamanan yang katanya pengayom dan pelindung rakyat, justru menjadi penyiksa, pemerkosa dan pembunuh rakyat. Militer bukan lagi Tentara Rakyat. Dari sisi militer, dwi fungsi ABRI hanya memberikan legitimasi kepada TNI untuk berpolitik dan menjarah seluruh ruang-ruang kehidupan sipil.

Selain itu, akibat dari dwifungsi  itu melahirkan penderitaan dan kesengsaraan bagi rakyat. Kita kenal banyak orang mati dibantai dalam peristiwa G30-S/PKI, Aceh, Tanjung Priok, Lampung, Maluku Pencaplokan Timor-Timur dan Papua Barat. Banyak orang telah menjadi korban penculikan, penyiksaan, penghilangan paksa, pemenjaraan, dan juga perempuan-perempuan menjadi korban perkosaan.

Para petani digusur tanahnya dan mereka mengalami ancaman teror dan intimidasi oleh aparat keamanan. Sejarah kekerasan aparat keamanan khususnya terhadap rakyat Papua Barat telah dimulai sejak Papua Barat diintegrasikan secara paksa ke dalam Indonesia Pada Tahun 1963.

Sekitar pada tahun 2000, ELS-HAM Papua melaporkan korban kekerasan aparat keamanan di sebagai wilayah di Papua Barat. Kabupaten Paniai antara tahun (1968-1998) tercatat meninggal  614 orang, hilang 13, diperkosa 94. Kabupaten Biak (1962-1972 dan 1998) meninggal 102, hilang 3, dianiaya 37, ditahan 150. Kabupaten Wamena (1977), Kecamatan Kelila 201 orang tewas, Kecamatan Asologaima 126 orang tewas, Kecematan Wosi 148 orang tewas. Kabupaten Sorong (1965-1999) meninggal 60 orang, hilang 5 orang, diperkosa 7 orang. dan Kabupaten Jayawijaya (1996-1998) meninggal 137 orang, hilang 2 orang, diperkosa 10 orang, diniaya 3 orang, di bakar 13 gereja, 13 kampung, 166 rumah dan 29 rumah bujang serta kabupaten lainnya masih belum terdata dengan baik.

Data lain menyebutkan bahwa pada tahun 1969 seorang kepala sekolah perempuan di Sarmi bernama Ester Yanteo ditelanjangani serta di alat kemaluannya dibakar dengan api rokok. Jemburwo, aparat keamanan memerkosa para wanita. Aparat keamanan memasukan pasir ke dalam alat kemaluan para perempuan serta dimasukan ke dalam karung dan kemudian di ceburkan kedalam laut.

Tahun 1968, 162 orang penduduk Arfak tewas di bunuh aparat keamanan , 28 penggunsi yang sedang berusaha kembali dibunuh oleh aparat keamanan. Tahun 1970 sebelum perlakuan buruk terhadap 80 wanita dan anak-ank terjadi seorang wanita yang sedang hamil bernama, Maria Bonspia, di tembak mati oleh aparat keamanan dan bayinya dikeluarkan dari perutnya dan dipotong.

Saudara perempuan wanita itu diperkosa dan dibunuh oleh sekelompok aparat keamanan Indonesia. Rakyat Papua selanjutnya mendengar tentang adanya pembantaian 500 penduduk desa di daerah Lereh.
Pada tahun 1970, sejumlah pemimpin desa ditangkap dan dimasukan dalam helihkopter. Mereka belum pernah naik pesawat dan sangat ketakutan. Helicopter-helikopter tersebut lepas landas dan terbang melintasi perbukitan setempat dan mereka dibuang dari ketinggian 300 meter hingga mati tulang belulang.

Pada tahun 1977, pihak aparat keamanan Indonesia menindas secara keras setiap bentuk perlawanan masyarakat. Seorang wartawam Australia ketika memasuki suatu daerah diberitahu oleh seorang pegawai pemerintah bahwa 900 warga yang melawan telah di bunuh oleh aparat keamanan.

 KOMPAS sebuah harian terkemuka di Jakarta, memberitakan bahwa sungai Baliem dipenuhi oleh jasat manusia. Pada tahun 1981, 30.000 lebih orang di bunuh di tanah Papua. Ketua Presidium Dewan Papua (PDP) Theys Hiyo Eluay hari Sabtu, 10 November 2001 diculik.

Esok harinya, ia ditemukan telah tewas di Koya tengah, Kecamatan Muara Tami, Kabupaten Jayapura. Jenazah Theys ditemukan tertelungkup di jok mobil Toyota Kijang dengan wajah babak belur dan luka di pelipis, dahi, dan leher (2001).

Data-data kekerasan aparat keamanan Indonesia (2000-2006) belum terdata dengan baik. Hingga pada kasus penembakan aparat militer dan kepolisian terhadap penambangan emas tradisional di sekitar areal PT Freeport Indonesia.

Pada Kamis, 24 Mei 2007 pukul 17.00 waktu Papua Barat, Empat orang tertembak mati adalah (1) Daro Tabuni, (2) Head Tinal, (3) Stefanus Songgonau, dan (4) Anton Jikwa. Sementara itu, tiga orang yang masuk rumah sakit belum teridentifikasi identitasnya.

Wamena Kasus penembakan terhadap Opinus Tabuni 9 Agustus 2008. Jayapura kasus Penembakan Mahasiswa Menjelang Pemilu 2009 Erik Logo (paha dan bagian perut/meninggal dunia, F. Mabel (meninggal dunia).

Video kekerasan Penyiksaan Warga Sipil Puncak Jaya rekaman situs Youtube adalah aknum Anggota Tentara (22/10) Jakarta (voa-islam.com) korban tersebut sudah meninggal Komnas Ham di Papua (12/10).

Kabupaten Dogiyai (13 April 2011) Polisi mengeluarkan tembakan yang ditujuakan kepada rakyat sipil hasil dua warga sipil masing-masing Dominikus Auwe (27) dan Aloysius Waine (25) tewas terkena proyektil. 
Dan akibat tindakan brutal aparat kepolisian tersebut, menelan korban seorang buruh yang tertembak dibagian dada kirinya hingga meninggal dan melukai 2 orang buruh yang terkena peluru karet di bagian punggung serta 2 orang lainnya terluka dibagian kepala akibat pukulan, serta korban lainnya yang juga mengalami luka.

Jayapura penembakan brutal Konggres Papua III 19 Oktober Korban tewas: 1.James Gobay (25), 2. Yosaphat Yogi (28). 3.Daniel Kadepa (25). 4. Maxsasa Yewi (35). 5.Yacob Samonsabra (53). 6.Pilatus Wetipo (40). Korban luka : 1.Ana Adi (40). 2.Miler Hubi (22). 3.Matias Maidepa ( 25).

Diperkirakan sekitar 380 orang ditangkap (360 orang berdasarkan pengakuan Kapolresta kepada tim Kontra pada 25 Oktober). Penangkapan dilakukan oleh anggota polisi didalam lapangan sepak bola Zakeus Jayapura Papua (2011).

komentar terbaru

Asyiiik

memory

 

Zona Damai

Korannya Orang Papua

detiksport