Saturday, 2 May 2009

DOA PENGHARAPAN SEORANG KAKAK

User Waktu Tag
Send Email Send Email
Kita semua yang melewati tahap tingkatan SMA pasti sudah dan telah merasakan bagaimana suasana-suasana tegang yang melingkupi kita pada saat selesai mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAS).

Dan yang lebih parah lagi disaat detik-detik terakhir kita mau mendengar “hasil kelulusan”. Disitulah puncak harapan seorang siswa untuk menentukan masa depan dia, mengapa demikian? Sebab banyak pertimbangan-pertimbangan dan keputusan-keputusan yang akan diambil oleh dia apabilah harapannya tidak terpenuhi.

Saya akan naikan doa khususnya kepada adik-adik, agar tidak terjadi hal-hal yang kita semua tidak inginkan dan dengan harapan agar semua adik-adik yang sudah mengikuti Ujiian Akhir Nasional (UAN) dapat lulus seratus persen. Inilah doa pengharapan saya sebagai seorang kakak :

“Ayah yang baik, lindungi dan sertai adik-adikku yang telah mengikuti Ujian Akhir Nasioanal (UAN) agar mereka semua bisah lulus.
Jangan biarkan mereka sendiri , rangkul dan peluklah mereka sebab mereka sangat membutuhkan pertolongan uluran tanganMU yang luar biasa itu.

Saya tahu Engkau adalah jawaban atas semua problem. Dengan harapan yang besar saya memohon kepadaMU agar Engkau tidak tinggal diam melihat kami sengsara khususnya kepada adik-adik yang telah selesai mengikuti ujian.

Buatlah sesuatu sesuai dengan rencanaMU agar mereka semua tidak putus asa dalam mencapai masa depan. Sekali lagi Ayah, saya sebagai seorang kakak datang dengan kerendahan hati dibawah kakiMU untuk bersujud memohon uluran tanganMU atas adik-adik. Saya serahkan masa depan dan harapan mereka semua kedalam tanganMU yang penuh belas kasihan.

Ampunilah segala dosa kami apabilah kami tidak pernah serius dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah dengan baik. Kiranya pengampunan dari Engkau selalu mangalir dalam setiap kehidupan kami agar kami layak dihadapanMU.

Inilah doa pengharapan saya yang singkat agar Engkau mau mendengar dan menjawabnya.

Amin …”

Sekitar pukul 16.30 hari kamis-23-09, saya ditelepon oleh seorang adik yang baru saja selesai ujian matematika namanya, OKTOVIANUS TABUNI . Dengan perasaan yang takut dia mengatakan pada saya, semua soal matematika tidak dapat dikerjakan sampai tuntas. Terus terang saya sebagai seorang kaka tidak bisah berbuat apa-apa untuk membantu dia menyelesaikan persoalan itu. Air mata saya jatuh ketika dia menceritakan semua kekuatirannya dalam menghadapi UAN. Saya cuma bilang kepada dia agar semua masalahnya itu serahkan sepenuhnya kepada Tuhan, biarlah Tuhan yang mengatur semuanya. Sebenarnya saya tidak boleh dan tidak pantas bilang seperti itu, namun pada saat itu saya bingung harus bilang apa sama dia sebab saya juga pernah merasakan apa yang dirasakannya satu tahun yang lalu.

Tetapi dibalik semua kekuatiran itu saya percaya dan yakin dengan iman, semua adik-adik saya akan lulus. Sebab saya tahu Tuhan Yesus tidak pernah tinggal diam pada saat anak-anakNYA meminta pertolongan. Dia akan mengulurkan tangan bagi siapa saja yang meminta pertolongan dan bersandar sepenuhnya pada Dia.

MEMANG SULIT MENERIMA KENYATAAN HIDUP INI TETAPI INILAH PROSES KEHIDUPAN MANUSIA YANG HARUS DILEWATI OLEH SETIAP INDIVIDU
.(Amoye yogi)
Rekomendasi Untuk Anda × +