Tuesday, 30 June 2009

SENANGNYA HATIKU MELIHAT DIA

User Waktu Tag
Send Email Send Email
Siapa yang tidak senang ketika bertemu dengan seseorang yang telah lama berpisah. Dan siapa yang tidak kaget ketika melihat seseorang yang suaranya selalu didengar lewat handphone(HP) telah berada didepan mata. Itulah sebuah peristiwa atau kejadian yang sering dihadapi oleh setiap kita yang pergi atau tinggal jauh dari sanak saudara.

Ketika kita diperhadapkan dengan peristiwa tersebut, kadang kita tidak percaya dan tidak menyangka kalau kejadian itu nyata. Sampai-sampai kita bisah bertanya pada diri kita sendiri apakah yang saya lihat ini benar-benar nyata atau sedang bermimpi?.

Ungkapan atau pertanyaan seperti itu pasti dan selalu diucapkan oleh setiap manusia yang mengalami peristiwa tersebut.

Tepatnya pada hari senin 22/06/09, pukul 16.30 WIB di lokasi Asrama Puncak Jaya saya mengalami peristiwa seperti yang telah saya maksudkan diatas. Berkisar kurang lebih kira-kira 500 meter saya melihat dari jauh seorang sosok yang pernah tinggal lama bersama dengan saya sebelumnya.

Tetapi saya kurang percaya dan yakin kalau itu dia. Dengan langkah yang perlahan saya mencoba untuk melangkah mendekati dia, semakin dekat sosok tubuhnya semakin jelas. Kepercayaanku terhadap dia semakin besar. Sampai hati dan denyut jantungku yang awalnya normal makin lama makin kencang saja.

Beribu pertanyaan timbul dalam benak saya seketika itu juga. Apakah yang saya lihat ini benar-benar dia atau orang lain. Mata dan pikiran saya hanya tertujuh padanya, suara-suara yang datang padaku pun saya hiraukan demi mendapatkan dia.

Sebelum mendapatinya, rupanya dia juga sedang memperhatikan saya. Saya tidak tahu apa yang dipikirkan oleh dia selama saya berjalan menuju kearahnya. Apakah yang dipikirkan oleh dia itu sama halnya dengan yang dipikirkan oleh saya atau tidak.

Sambil berjalan mendekati dia, saya melihat wajahnya yang ganteng dengan dihiasi senyuman manis serta giginya yang putih membuat hati kecilku sangat senang dan bahagia. Setelah mendapati dia kami saling berpelukan dan saling berjabat tangan seperti yang selalu dilakukan oleh setiap orang. saya melihat dan menatap dia berkali-kali. Saya tidak percaya kalau itu dia, karena banyak sekali perubahan yang terjadi pada dirinya. Salah satunya adalah dari postur tubuhnya, semasa saya bersama-sama dengan dia di asrama tubuhnya kurus dan biasa-biasa saja namun sekarang yang saya lihat sangat lain, tubuhnya semakin besar dan berotot.

Ini memang perubahan-perubahan luar biasa yang terjadi pada dia dimata saya. Setiap kali saya memuji dia, menurut dia biasa-biasa saja tetapi menurut saya tidak karena memang dia berubah total.

Rupanya dia adalah VIKTOR YOHANES BELAU (alias viki belau) yang baru saja menyelesaikan studynya dibangku SMA KRISTEN ANAK PANAH Kalibobo-Nabire. Kami hidup bersama-sama kurang lebih 12 tahun di asrama Agape YAYASAN PESAT Nabire.

Meskipun suku dan latarbelakang kami berbedah, kami hidup di asrama seperti saudara kandung. Suka dan duka kami jalani dan lewati bersama. Dan banyak sekali memory hidup yang kami ukir bersama. setiap kali mengenang kembali semua memory hidup di asrama, sepertinya ingin sekali kembali kemasa-masa itu tetapi apa boleh buat tertawalah yang bisah menjawab hayalan belaka itu.

Secara pribadi, saya sangat bersyukur kepada TUHAN YESUS KRISTUS yang mana telah mempertemukan kami di tanah orang untuk menuntut ilmu. Tuhan itu sangat luar biasa, Dia dapat membimbing ade saya selama masa pendidikan baik itu dari TK sampai SMA.

Banyak sekali teman-teman seangkatannya diasrama yang gugur ditengah jalan dan juga teman-teman disekolahnya yang tidak lulus dan tidak bisah melanjutkan kuliah. Namun karena pertolongan Tuhan ade saya bisah bertahan di asrama dan dapat lulus dari SMA pula dengan nilai yang memuaskan.

Disela-sela canda dan tawa antara kita berdua, saya langsung bertanya tentang jurusan apa yang dia akan ambil. Tanpa membutuhkan waktu yang lama dengan spontan dia menjawab “saya ingin masuk di jurusan kehutanan kak, karena ini merupakan kerinduan saya sejak saya masih duduk dibangku SMP kelas satu, jawabnya”.

Saya sebagai seorang kakak sangat terharu dengan dia sebab jawaban yang dia berikan itu mungkin sudah tersimpan lama didalam hatinya selama beberapa tahun. Saya hanya bisah memberikan motivasi untuk dia agar benar-benar menekuni jurusan yang ingin diambil itu.
Rekomendasi Untuk Anda × +