Thursday, 24 September 2009

Makrab IPMAPANADO 2009 di Jogyakarta

User Waktu Tag
Send Email Send Email
Tepatnya pada hari sabtu, 19 september 2009 teman-teman dari ikatan IPMAPANADO Jogyakarta (ikatan pelajar dan mahasiswa Paniai,Nabire dan Dogiyai) melakukan MAKRAB (malam keakrabatan) di gedung pemuda dan olahraga(GOR) Jombor, kabupaten Sleman Yogyakarta.

kata IPMAPANADO ini diambil dan dibuat berdasarkan kesepakatan bersama seluruh anggota dari ketiga ikatan diatas, walaupun belum ada ikatan induk yang mengayomi ketiga ikatan itu. Ini hanyalah sebuah inisiatif yang muncul untuk mempersatukan kembali persatuan dan kesatuan seperti sedia kala.

Berdasarkan itu, teman-teman panitia makarab mengangkat tema yang berbunyi “DENGAN PERSATUAN DAN KESATUAN KITA DI BENTUK” kemudian subtemanya adalah “Bersama MAKRAB kita mempererat tali persaudaran untuk menuju hari depan yang cerah”.

Kemudian yang diwajibkan untuk menjadi peserta adalah mereka yang baru menyelesaikan pendidikan tingkat menengah atas (SMA) tahun ajaran 2008-2009 dan juga berlaku bagi mereka yang belum pernah mengikuti makrab sebelumnya, entah itu dia yang masih berstatus sebagai pelajar ataupun mahasiswa lama.

Banyaknya peserta yang mengikuti makrab pada saat itu sebanyak 20 orang. 16 orang adalah mahasiswa baru, 1 orang adalah pelajar yang masih menuntut ilmu di bangku SMA sedangkan 3 orang lainnya adalah mahasiswa lama angkatan 2008.

Jauh-jauh hari sebelum makrab diadakan tidak ada perlengkapan atau atribut makrab yang dikeluarkan berupa tulisan atau lisan oleh panitia untuk peserta bawah pada saat makrab nanti. Sehinggah peserta hanya membawa pakaian ganti, buku catatan dan alat mandi berdasarkan inisiatif sendiri tanpa ada intruksi langsung dari panitia yang berwajib.

Pada pukul 09.00 WIB sebagian besar dari anggota IPMAPANADO yang tidak memiliki kendaraan berkumpul di Asrama PAPUA Kamasan 1 Jogyakarta untuk dijemput oleh bus yang telah disediakan oleh panitia sebelumnya. Selain itu juga, ada beberapa teman-teman yang hadir dengan kendaraan pribadinya.

Setelah dijemput oleh bus semua peserta, panitia dan simpatisan dari peguyuban lain yang turut berpartisipasi langsung berangkat ke tempat tujuan. Kemudian diikuti dari belakang mereka yang menggunakan kendaraan pribadi.

Selama perjalanan tidak ada tindakan-tindakan aneh yag dilakukan atau dikeluarkan oleh panitia untuk peserta. Keadaan begitu aman dan tertib. Canda dan tawa terdengar dimana-mana disetiap sudut bus, seakan-akan tidak terlihat siapa yang menjadi panitia dan peserta. Keadaan pada saat itu terlihat seperti orang mau pergi bertamasya ke suatu tempat.

Sesampai di tempat tujuan, semua yang naik angkut bus langsung dijemput oleh beberapa panitia yang sudah ada disana. Semua peserta langsung diarakan menuju tempat penginapan untuk menyimpan barang-barang yang dibawah. Waktu yang diberikan hanya 15 menit oleh Melkias Pigay selaku panitia dibagian seksi keamanaan.

Setelah itu, semua peserta langsung diarahkan Melkias Pigay ke sebuah ruangan yang menjadi pusat kegiatan makrab berlangsung. Namun sebelum masuk kedalam ruangan tersebut, peserta terlebih dahulu diwajibkan mengisi atau mendaftarkan identitas pribadi dibuku peserta yang sudah disediakan. Karena bagi peserta yang tidak mendaftar, peserta tersebut tidak akan menerima kartu peserta dari panitia.

Pendaftaran pun selesai dengan tertib, satu per satu peserta memasuki ruangan dan mengambil tempat duduk untuk mendapat arahan selanjutnya dari panitia. Deni Pakage selaku seksi acara membacakan tatatertib yang wajib diikuti oleh seluruh peserta tanpa terkecuali sampai kegiatan makrab selesai, kemudian dilanjutkan pulah dengan pembacaan susunan acara yang telah disusun atau dibuat sedemikian rapi oleh panitia pelaksana makrab.

sebelum memasuki dan melanjutkan acara-acara berikut sesuai dengan susunan acara yang ada, Deni Pakage memberikan kesempatan kepada Amos Pigay selaku Ketua Panitia MAKRAB tahun 2009 untuk membacakan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang dilakukan panitia selama persiapan sampai berlangsungnya kegiatan makrab tersebut.

Dia menghimbau kepada seluruh panitia dan peserta untuk bekerja sama demi kelancaran kegiatan tersebut. Kemudian secara khusus dia menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh panitia yang selalu bekerja dengan gigih, dalam pencarian dana melalui berbagai kegiatan seperti menjual minuman es, buah-buahan, masak babi dan lain-lainnya sampai acara bisah sukses seperti ini.

Acara berikutnya dilanjutkan dengan ibadah. Ibadah tersebut dipimpin oleh Eka Iyai yang dipercaya penuh oleh panitia. Setelah menyanyikan beberapa lagu, Eka mempersilakan Pendeta Marinus Edoway yang juga sebagai mahasiswa di UKRIM, salah satu kampus ternama di Jogyakarta untuk membawakan ebenaran FIRMAN TUHAN.

Dalam renungannya belau menghimbau kepada semua untuk tetap bersandar sepenuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus selama menuntut ilmu pendidikan karena kita sebagai mahasiswa/i tidak akan pernah bebas atau terlepas dari yang namanya cobaan dan godaan. Itu adalah inti khotbah yang disampaikan beliau kepada semua, peserta maupun panitia.

Setelah ibadah selesai Yanuarius Goo dan Melkias Pigay yang dibantu juga oleh Aris Yeimo serta beberapa teman-teman panitia lainnya langsung mengambil waktu untuk menghukum peserta yang didapati telah melanggar aturan-atura yang berlaku. Hukuman atau sanksi yang diberikan oleh panitia kepada mereka yang telah melanggar aturan yaitu berupa nyanyian, jalan jongkok, sit-up dan masih banyak bentuk hukuman-hukuman lainnya yang panitia berikan.

Tepat pada pukul 13.30 WIB, setelah peserta dan panitia makan siang, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama yaitu “BERADAPTASI DENGAN LINGKUNGAN” yang disampaikan oleh Derekh Yaimo. ST. beliau menghimbau kepada semua peserta agar pintar-pintar beradaptasi dengan lingkungan dimana tempat kita menuntut ilmu baik itu di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan kampus.

Beliau juga banyak menceritakan pengalaman-pengalaman yang dialaminya pada saat beliau mengambil strata satu (S1) di kota Jogyakarta. Agar lewat pengalaman-pengalamannya itu, peserta dengan sendirinya dapat termotivasi untuk berjuang mendapatkan apa yang diharapkan atau dicita-citakan.

Kemudian materi yang kedua adalah “ORGANISASI”, materi ini disampaikan oleh Emanuel Gobay, mahasiswa Universitas Janabadra Fakultas Hukum Yogyakarta. inti dari penjelasannya tentang berorganisasi, secara tidak langsung beliau meminta kepada semua peserta yang ada agar selalu terlibat didalam organisasi ikatan dari daerah asal ataupun yang ada di kampus-kampus seperti BEM, HMJ dan lain-lainnya. Kemudian dia mempertegas bahwa siapapun dia tanpa berorganisasi mentalnya tidak akan terbentuk.

Lalu materi yang ketiga adalah “KEPEMIMPINAN”. Yang menjadi pengaji materi ini adalah Medex Pakage S.E, seorang aktivis yang selalu aktif diberbagai organisasi. Dalam penjelasannya, beliau berkata bahwa kita semua adalah pemimpin. Mengapa? Karena tanpa disadari kita telah menjadi pemimpin atas diri sendiri. Jadi sebelum kita memimpin orang lain coba kita belajar memimpin diri kita sendiri terlebih dahulu agar kita mudah memimpin orang lain, tegasnya.

Materi yang keempat atau yang keterakhir adalah “PENDIDIKAN”. Yang menjadi pengaji dalam materi ini adalah Longginus Pekey, salah satu senioritas yang ada di kota study Jogyakarta. Dalam penjelasannya beliau menjelaskan bahwa mengapa sampai kita orang papua pada khususnya dibidang pendidikan masih terbelakang jika dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Indonesia. Dengan tegas beliau berkata bahwa itu adalah iming-iming yang sudah disusun atau dibuat dengan rapi oleh Indonesia sejak dulu yang nantinya berarah ke genosaid (pemusnahan warna kulit). Sekarang yang jadi pertanyaan bagi kita generasi papua kedepan, apakah kita hanya menjadi penonton dengan segala permainan yang dilakukan bangsa Indonesia?,tegasnya terhadap peserta dan panitia serta simpatisan yang hadir pada saat itu.

Tepatnya pada pukul 20.00 WIB. Setelah semua materi disampaikan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan seluruh peserta maupun panitia. Acarapun dilanjutkan dengan acara perkenalan yang langsung dipimpin oleh kakak Ones Yobe, salah satu dari senioritas yang terlibat langsung dalam panitia pelaksana.

Dalam acara perkenalan ini, semua yang hadir pada saat itu diwajibkan untuk memperkenalkan diri entah itu dia sebagai peserta, panitia maupun simpatisan.

Agar acara perkenalan ini bisah berjalan dengan tertib kakak Ones Yobe menyuruh semua memperkenalkan diri berdasarkan angkatan. Angkatan 1995 adalah angkatan tertua yang pada saat itu hadir dalam acara makrab dia adalah kakak Derekh Yeimo, kemudian diikuti oleh kakaK Damianus Muyapa yaitu angkatan 2000 dan seterusnya sampai anggatan 2009.

dalam acara perkenalan itu, yang paling terakhir memperkenalkan diri adalah peserta. Setiap peserta yang selesai memperkenalkan diri disuruh keluar oleh panitia dari ruangan itu. Rupanya mereka yang usai memperkenalkan diri langsung dibawah ke kamar mandi untuk dimandikan dengan air yang dicampur dengan berbagai macam bahan.

Ketika di siram dengan air, setiap peserta tidak berani mengadu dengan nasib yang mereka terima itu. Yang mereka bisah lakukan hanyalah menerima kenyataan itu dengan lapang dada tanpa bersungut-sungut.

Dengan berakhirnya acara perkenalan maka berakhir pulah acara makrab pada malam itu juga, yaitu tepatnya pada pukul 23.45 dan waktu selanjutnya bebas namun tetap berada dibawah pengawasan panitia.

Keesoknya harinya, tepat pada pukul 10.00 WIB pagi panitia mengumpulkan seluruh peserta untuk membahas tentang bagaimana membentuk dan membuat sebuah organ induk yang nantinya dapat mempersatukan kita suku mee dan meegani. Untuk itu, panitia mempersilakan Emanuel Gobay untuk memimpin acara tersebut. Pada kesempatan itu, Emanuel Gobay mempersilakan setiap ketua dari ketiga ikatan untuk mengambil tempat di depan untuk menanggapi akan hal itu.

Rupanya dari hasil pembahasan itu, ketua dari ketiga ikatan itu sangat setuju untuk membentuk organ induk. Mereka menghimbau kepada seluruh peserta dan panitia agar selalu terlibat langsung agar apa yang ingin dicapai dapat terwujud.

Kemudian untuk menutup seluruh serangkain kegiatan makrab selama 1 hari 2 malam diakhri dengan ibadah menurut aturan Kristen katholik. Ibadahpun selesai dan semuanya pulang.(amo)
Rekomendasi Untuk Anda × +