Wednesday, 22 September 2010

Renungan melalui lagu "Bintang kejora"

User Waktu Tag
Send Email Send Email
Waktu itu sekitar jam 9.00 saya tiba di kos setelah melakukan aktivitas seharian sebagai mahasiswa. Seluruh badan terasa capeh dan lelah, yang ada dalam benak saya pada saat itu akan tidur agar tenaga pulih dan bisah melakukan aktivitas di esok hari. Setelah semua barang keperluan yang saya bawa dibereskan dan diletakkan ditempatnya masing-masing saya langsung bergegas untuk mengambil posisi tidur.

Ketika membaringan tubuh diatas ranjang yang empuk, tubuh saya merasakan ada Sesuatu yang tidak beres, sehingga membuat saya harus bangun untuk melihat sebenarnya apa yang ada di bawah tubuh saya walaupun sebenarnya saya sudah tidak berdaya untuk bangun.

Oo… rupanya dia sebuah plessdisk berkapasitas 4 giga bait yang beberapa hari lalu di pinjam oleh teman sekampus ketika mengerjakan tugas mata kuliah ANTROPOLOGI di warnet BIMONET (warung internet) seturan, yogyakarta.

Karena banyak data yang penting dalam plessdisk itu, sehingga membuat saya harus melihat dan mengecek kembali semua, apakah data-data tersebut masih ada atau tidak. Tas laptop yang sebelumnya saya gantung di belakang pintu, bergegas saya berdiri dari tempat tidur dan menghampiri tas yang berisi laptop tersebut.

Saya langsung mengeluarkan laptop yang bermerek ACER dari tas dengan penuh hati-hati dan was-was. Lalu saya letakkan diatas meja belajar yang berukuran 40 cm X 60 cm. meja khusus untuk laptop yang memang sudah saya beli dan persiapkan sebelumnya.

Tanpa berpikir panjang dan dilimuti dengan badan yang masih terasa cape sekali, saya menyalakan laptop. Tak lama setelah beberapa menit kemudian, laptop itu menyalah dan berjalan seperti biasa. Tak perlu mencari kabel USB atau alat bantu lain lagi karena laptop tersebut sudah lengkap. plessdisk tersebut saya masukkan dalam lubang USB pada laptop agar dapat conek dan dibaca.

Ketika saya membuka dan melihat data-data , semuanya aman-aman saja. Tidak ada satu datapun yang terhapus atau hilang. Letak dan tempat dari data-data tersebut juga masih seperti dulu sesuai abjad. Namun, sepertinya teman saya ada menambah data, sebab ada satu folder yang baru saya lihat. Folder itu berjudul ‘lagu’. Karena penasaran dan ingin tahu berapa banyak lagu yang ada didalamnya, saya langsung membuka folder itu. Rupanya dalam folder tersebut hanya terdapat sebuah lagu , yang berjudul “BINTANG KEJORA”.

Kaget dengan judul lagu itu dan dengan rasa penasaran yang semakin membengkak, langsung Saya menyalakannya melalui winap. Sepertinya lagu itu baru dengar ditelinga saya dan belum pernah saya temui dan dengar dari sekian banyak lagu yang pernah ada selama ini. Rupanya malam itu merupakan malam pertama bagi saya untuk mendengar lagu yang mungkin tidak lazim lagi bagi kalian semua.

Setiap kali mendengarkan lagu itu sampai habis, saya mengulanginya terus-menerus dan itu saya lakukan beberapa kali. Lalu setiap kata demi kata yang terkandung dalam syair lagu itu, saya mencoba untuk mengamati sambil menghayatinya dengan serius. Dari kata-kata yang ada, saya bisa katakan bahwa Lagu yang diyanyikan dan diciptakan oleh SADAI NAWIPA adalah salah satu lagu perjuangan papua yang sangat luar biasa.

Entah mengapa, Tubuh yang awalnya sangat capeh dan lelah itu sudah tidak saya rasakan lagi. lagu itu membuat saya tidak berpikir apa-apa lagi selain berpikir dan merenungkan kembali seluruh perjuangan orang tua-orang tua dulu yang berjuang untuk mempertahankan sang bintang kejora agar dapat berkibar diatas tanah papua melalui pengorbanan yang mereka korbankan baik waktu, tenaga dan nyawa sekalipun.

Lagu ini benar-benar memiliki magna dan arti yang sangat dalam bahkan memiliki charisma tertentu yang tidak bisah dan memang susah untuk saya katakan dengan kata-kata. setiap kali mendengarnya, hati saya merasa sedih campur berdosa dan bahkan bingung sekali harus berbuat apa.

Mengapa..? Sebab kalau di amati dengan baik lagu tersebut mengajak kita semua orang papua tanpa terkecuali agar bersatu untuk mempertahankan dan meneruskan perjuangan yang pernah ada. Bukan perjuangan hayalan belaka atau cerita fiksi dan juga bukan sebuah cerita dongen dari para nenek moyang atau para leluhur bangsa papua. Melainkan perjuangan ini merupakan sebuah Perjuangan nyata (bukan cerita dongeng atau fiksi) yang benar-benar lahir dari jiwa dan batin bahkan juga dari kesungguhan hati.

Tetapi bingung entah mengapa pada kenyataannya yang ada sekarang, kita semua baik masyarakat, pelajar/mahasiswa, para pejabat bahkan pejuang sekalipun yang sudah berkecimbung alias makan garam dalam dunia perjuangan papua pun sering menyangkal dan lari meninggalkan kenyataan sejarah perjuangan itu sendiri dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

Saling berharap dan menunggu siapa yang akan bertindak terlebih dahulu itulah yang ada pada diri orang papua sekarang. Tidak ada kesadaran akan perjuangan yang tumbuh. Semangat nasionalisme akan papua juga telah layu bahkan hampir mati.
Dan yang lebih parah sekarang, Yang penting saya bahagia, keluarga saya bahagia, suku saya bahagia, orang-orang yang pernah berkorban untuk saya juga bahagia. Yang lebih dari pada itu untuk apa. Buang-buang waktu dan tenaga saja berbuat sesuatu yang jawabannya masih belum pasti. Itulah pemahaman-pemahaman bodoh yang sedang tumbuh dan berkembang pesat dikalangan orang papua sekarang.

Padahal kalau kita mau melihat kebelakang sejarah perjuangan papua sekitar tahun 1960-an sampai 1970-an ribuan rakyat bahkan berjuta disiksa dan mati begitu saja hanya karena mempertahankan sang bintang kejora yang dipandang sebelah mata oleh kita. Mereka tidak pernah berpikir tentang nasib hidup mereka ke depan akan menjadi seperti apa. Segala-galanya dipertaruhkan dengan satu tujuan yaitu merdeka. Merdeka adalah harga mati dan mati adalah harga taruhan untuk merkeka.

waktu ini terus berjalan dan berjalan, otomatis saya mau katakan bahwa penjajahan yang dilakukan oleh NKRI atas kita juga akan berjalan terus seiring waktu itu pulah. padahal perjuangan pada zaman sekarang adalah tanggung jawab yang sudah diberikan oleh mereka yang telah pulang kerumah Bapa (meninggal) kepada kita sebagai generasi penerus perjuangan bangsa papua.

Lagu yang saya maksudkan dari tulisan diatas adalah yang terterah di bawa ini,

Telah kurenungkan kembali sejarah perjuangan papua, demi kebenaran dan keadilan
berjuta rakyatku yang polos dan tak berdosa hilang bagai ditelan waktu…
sungguh betapa hancurnya hatiku.


Demi negrimu kau rela
Tiada rasa lelah kau berjuang,
Berjuang menuntut hak dan kedaulatan
Korbankan waktumu, korbankan t’nagamu, nyawamupun kau relakan
demi bangsamu papua tercinta


Reff

Ribuan rakyat bahkan berjuta disiksa dan mati
hanya karena mempertahankan sang bintang kejora
Wahai papua mari bersatu, dengan semangat, “bintang kejora”
Sejarah telah telah mencatat hanya kau bintang kejora,

kaulanah itu jantung hatiku
Sampai selamanya bintang kejora.


(amo)
Rekomendasi Untuk Anda × +