Sunday, 12 September 2010

Ultahku adalah ultamu juga Mam (AMOYE YOGI)

User Waktu Tag
Send Email Send Email

memikul atau menggendong, memberi makan, memberi ASI, adalah kewajiban-kewajiban utama yang harus ibu lakukan selama perjalanan. dan yang pasti banyak hal yang ibunya korbankan demi anaknya. melewati lembah-lembah, gunung-gunung, sungai-sungai itulah perjalanan yang ditempuh ibunya sambil menggendong anaknya.Jika tiba hari kelahiran, bagi siapa saja entah dia anak kecil, remaja, pemuda/i, atau orang tua sekalipun pasti senang dan bahagia. semua kenangan-kenangan lama yang pernah dilewati pasti teringat kembali dan ingin sekali mengulang itu semua. itulah salah satu moment terpenting dalam hidup dan bagi siapapun dia pasti akan mengalami hal tersebut.

saya akan menceritakan sedikit riwayat hidup seseorang anak yag semenjak kecil sudah berpisah dengan orang tuanya. hidup sendiri atau mandiri adalah keputusan yang diambil oleh ibu terhadap anaknya yang paling ia sayang. dengan harapan besar melalui kepercayaan dan keyakinan yang tinggi ibunya bertindak dan melakukan sebuah ekspedisi luar biasa yang sampai saat ini anak tersebut tidak bisah melupakan...!!
oleh sebab itu menurut saya inilah hari yang paling tepat karena di hari ini dia akan merayakan hari kelahirannya. hari yang sangat bersejarah, berarti dan menyimpan kenangan tersendiri

walaupun jauh berpisah dengan semua sanak saudaranya, teman-teman seperjuangannya, sahabat-sahabatnya yang selalu menemani dia dalam suka maupun duka, kakak atau adik yang juga selalu menunggu kehadirannya dengan sabar begitupun juga kepada "MAMA" tercintanya yang tiada hari selalu dan selalu mendoakan dia agar sukses dalam menggapai sesuatu yang sedang ia tempuh, bukanlah halangan bagi dia untuk merayakan hari bersejarah itu.

tanggal 12 september adalah tanggal yang dia tunggu-tunggu selama ini , dan kini tanggal tersebutlah yang menyabut dia dengan senyum. karena hari itu adalah hari dimana dia pertama kali membukakan matanya yang indah dan menghirup udara baru yang belum pernah ia hirup serta dengan leluasa ia dapat berbicara (menangis) sebebas-bebasnya tanpa ada yang bisah melarangnya (pada saat itu).

dia lahir dari pasangan yoseph yogi dan yohana muyapa. ayahnya seorang polisi belanda dan ibunya adalah ibu rumah tangga. keluarganya cukup dihormati pada saat itu karena bisa dibilang mereka turunan orang kaya dan juga mereka sendiri mempunyai pekerjaan yang pada saat itu tidak semua orang bisah mendapatkan pekerjaan tersebut (orang-orang tertentu yang memiliki keahlihan tertentu pula).

seperti biasa diusia dininya kurang lebih 2-3 tahun dia menghabiskan waktu bermain, bercanda serta mendapat belaian kasih sayang dari teman seumur, sanak saudaranya (om, tante, kakak, bapa ade dll) dan juga tidak luput pulah dari sang mama yang senantiasa dengan rasa cintanya menjaga, memelihara, mengawasi serta melindunginya dari apa saja dengan penuh harapan agar anaknya bisah senang dan bahagia.

pada saat itu dia benar-benar dan sangat merasakan kasih sayang dari sang mama secara penuh tetapi kasih sayang dari sang ayah sepertinya belum pernah dan bahkan sama sekali ia tidak merasakan belaian tangan ayahnya yang membersihkan hingus dari hudungnya dan air mata dari pipinya serta memandikannya seperti yang selalu ibu lakukan.

diusianya yang ke 3 (tiga), tidak tahu entah mengapa ibunya berpikir untuk membawa anak tersayangnya pergi jauh dari kampung emai. kampung tempat ia di lahirkan. tempat yang mempunyai kesan tersendiri bagi dia karena disitulah tempat tumpah daranya.

keluar dan pergi dari kampung emai adalah keputusan terakhir. keputusan yang tidak bisah ditarik lagi oleh ibunya walaupun belum ada harapan dan jawaban yang pasti dari keputusan itu. namun dengan kepercyaan dan keyakinan yang tinggi ia tetap membawa anaknya pergi meskipun mereka harus melakukan perjalanan yang memakan waktu berhari-hari lamanya selama satu minggu.

memikul atau menggendong, memberi makan, memberi ASI, adalah kewajiban-kewajiban utama yang harus ibu lakukan selama perjalanan. dan yang pasti banyak hal yang ibunya korbankan demi anaknya. melewati lembah-lembah, gunung-gunung, sungai-sungai itulah perjalanan yang ditempuh ibunya sambil menggendong anaknya.

setelah berjalan selama seminggu, akhirnya mereka tiba di sebuah kota. kota yang diidamkan ibu dan anak tersebut. ketika pertama kali menginjakkan kaki di kota itu, ibunya langsung berlutut mensyukuri kebesaran Tuhan karena telah menjaga, melindungi dan mengawasi mereka selama perjalanan. lalu mendoakan anaknya agar tetap sehat dan semangat.

setelah tinggal setahun di kota itu bersama omnya, diusianya yang ke-4 (empat) omnya memasukan dia di sebuah asrama. asrama yang juga baru di buka oleh seorang pendeta yang cukup terkenal, belau membuka asrama sekaligus dilengkapi dengan sekolah pulah.

rupanya dia angkatan pertama di asrama dan di sekolah itu. bukan cuma dia, banyak putra daerah yang juga masuk. dia menghabiskan masa pendidikan dari taman kanak-kanak (TK) sampai sekolah menengah atas (SMA) di asrama tersebut.

walaupun banyak tantangan dan godaan dia dan teman-temannya tetap semangat untuk tinggal menetap diasrama. suka dan duka ia habiskan bersama mereka. mereka hidup bagai sudara kandung. mereka menganggap pengasuh diasrama dan guru disekolah sebagai pengganti orang tua mereka.

rupanya harapan besar yang pernah di impikan dari ibu kepada anaknya mulai terjawab, mengapa? karena sekarang anaknya sudah kuliah dan sedikit lagi selesai. dia akan menjawab harapan tak pasti itu menjadi harapan yang pasti. harapan hayalan belaka menjadi harapan yang nyata.

akhir-akhir ini ia merasa semuanya mulai lengkap namun ada satu hal yang selalu membuat dia sedih. ketika pemikiran tersebut datang menghampirinya, seakan-akan yang ada dalam benak dan pikirannya selalu menyalakan Tuhan, mengapa Tuhan mau mengambil ayahnya secepat itu.

sosok dan rupa ayahnya sampai sekarang masih menjadi misteri sebab ayahnya meninggal dunia ketika ia berusia 6 bulan. ia tida kuasa menerima kenyataan hidup yang Tuhan buat dalam hidupnya. mengapa Tuhan tidak membiarkan ayah saya hidup seperti teman-temanku yang lain..?? pemikiran inilah yang selalu dan selalu dia pertanyaakan kepada Tuhan.

itulah kisah hidup seorang anak yang pada hari ini juga ia berulang tahun, semoga melalui kisahnya ini ia berharap kepada kita semua agar dapat mengambil dan memetik hal-hal positif yang terkandung dalam cerita diatas. (@m0)
Rekomendasi Untuk Anda × +