Sunday, 24 October 2010

Walau begitu, Papua pasti Bebas

User Waktu Tag
Send Email Send Email
Kita tidak perlu heran atau kaget dengan berbagai macam bentuk kejahatan atau kekerasan yang sedang dibangun oleh mereka (red, Indonesia) di tanah Papua yang penuh dengan beraneka ragam kekayaan alam bumi. Sebab dibalik itu semua ada visi dan misi besar yang sedang ditempu atau dikejar. Tidak lain adalah ingin supaya pulau Papua tetap berada di dalam wilayah NKRI.

Berbagai macam strategi sedang dibuat, disusun dan dibangun dengan upaya mempertahankan wilayah papua agar tetap berada dalam wilayah NKRI. Beribu bahkan berjuta strategi sedang di lancarkan baik yang kelihatan secara mata atau yang tidak kelihatan bahkan yang secara langsung ataupun yang tidak secara langsung pulah.

Serangan demi serangan terus di lancarkan oleh mereka (red,Indonesia) secara membabi buta. Tidak satupun daerah di papua yang dibiarkan, dibebaskan atau belum merasakan kekerasan bejat yang sama sekali tidak memiliki rasa kemanusiaan itu. Bentuk-bentuk kekerasan yang akan, sudah dan sedang berkembang pesat di tanah papua sekarang secara menyeluruh adalah berupa sistem kekerasan militer melalui kesehatan, ekonomi, pembangunan, agama, budaya, social dan lainnya.

Dengan demikian seluruh masyarakat papua tanpa terkecuali yang ada di pelosok manapun (pesisir pante, gunung, lembah) selalu hidup di bawa tekanan, tekanan batin dan tekanan jiwa. mau melakukan ini dan itu juga salah-salah. Tidak satupun bentuk kegiatan yang bisah dilakukan dengan leluasah tanpa sepengetahuan atau seizin dari pihak terkait yang berwenang di daerah itu.

Kegiatan rutinitas yang sebenarnya dilakukan secara turun temurun dari para leluhur atau nenek moyang di daerah itupun harus ada surat izin terlebih dahulu. Padahal kegiatan tersebut merupakan kegiatan budaya yang juga memilki aturan-aturan atau hukum-hukum tertentu yang mengatur jalannya kegiatan itu.

Contohnya beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada bulan juni. Kampung Kobetakaida yang letaknya di Distrik Agadide Kabupaten Paniai melakukan sebuah acara budaya atau dengan sebutan PESTA ADAT (yuwo, bahasa daerah) yang rutin dilakukan oleh masyarakat suku MEE itupun harus ada surat izin terlebih dahulu dari pihak terkait (aparat keamanan, polisi, TNI, Brimob dan lainnya).

yang menjadi pertanyaan sekarang, seandainya tidak ada surat izin dari pihak terkait apakah acara tersebut harus di batalkan atau ditiadakan? Padahal kepercayaan di daerah itu mengharuskan melakukan pesta tersebut tanpa melihat, mendengar, mengambil atau mengikuti aturan-aturan dari luar.

Dengan demikian kita semua bisa melihat dan menyimpulkan bahwa NKRI yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya adalah sebuah Negara yang sangat tidak bermoral dan ber-etika. Selalu saja mencampuri hak dan kewajiban orang papua dalam melakukan atau mngerjakan sesuatu yang sebenarnya tidak boleh ada aturan luar yang masuk dan mengikat acara tersebut seperti yang berlaku di daerah-dareah lain, sebut saja D.I Yogyakarta, Aceh, Bali dan daerah lain pulah yang masih kental dengan nilai-nilai budaya.

Kita tidak perlu heran atau kaget dengan berbagai macam bentuk kejahatan atau kekerasan yang sedang dibangun oleh mereka (red, Indonesia) di tanah Papua yang penuh dengan beraneka ragam kekayaan alam bumi. Sebab dibalik itu semua ada visi dan misi besar yang sedang ditempu atau dikejar. Tidak lain adalah ingin supaya pulau Papua tetap berada di dalam wilayah NKRI.

Kalau sudah sperti itu visi dan misi mereka bagaimana dengan orang asli papua? Sepertinya menurut pandangan mereka dari dulu hingga saat ini yang menjadi halangan, hambatan atau kendala dalam mengambil atau mengelolah semua kekayaan alam yang terkandung dalam perut bumi papua adalah orang papua itu sendiri.

Maka dengan demikian tanpa dilandasi dengan alasan apapun orang asli papua harus dihilangkan atau dimusnahkan secepatnya dari bumi cendrawasih, itu yang selalu dan selalu ada dalam pemikiran mereka. dan seperti juga yang pernah dikatakan Ali Murtapo pada tahun 1976, bahwa “jika orang Papua ingin merdeka, minta saja ke Amerika supaya bikin negara sendiri di bulan, dan jika Papua juga ingin merdeka, buat pulau tersendiri. kami tidak butuh orang papua, yang kami butuh adalah tanah papua.”

Apa yang Indonesia katakan melalui ali murtapo, bisah dikatakan boleh-boleh saja karena itu merupakan salah satu usaha atau perjuangan. Tetapi kalian perlu ketahui bahwa tanah papua yang selama ini kalian kenal memiliki berjuta ragam kekayaan alam bumi, bukan diciptakan oleh sang pencipta tunggal untuk Negara Indonesia, Amerika atau Negara-negara lain melainkan diciptakan dan diberikan secara mutlak oleh Dia khususnya untuk orang papua.

Hai Indonesia dan Ali Murtapo menghayal dan bermimpi setinggi langit sangat bagus tetapi apakah untuk mencapai mimpi kalian harus melalui kejahatan yang terus kalian buat dan kembangkan di tanah papua. Sungguh sayang sekali jalan yang sedang kalian tempu ini, sampai kapanpun mimpi kalian hanya tinggal mimpi dan tidak akan pernah terwujud walau korban berjatuhan dimana-mana.

Sebab kebenaran tidak bisah dikalahkan oleh apapun dan oleh siapapun. Dia yang membuat dan menjadikan orang papua dan pulau papua tidak tuli mendengar teriakan jeritan air mata, tidak buta melihat segala jenis kejahatan besar, kecil, yang kelihatan maupun yang tersulubung dengan rapi sekalipun yang kalian buat terhadap kami.

Dan perlu kalian ingat dan camkan bahwa selagi kekerasan terus terjadi di papua, itu berarti kalian benar-benar mau menginginkan kami berpisah dengan kalian sebab kami orang papua akan terus menuntut dengan berbagai macam bentuk tuntutan agar dapat keluar dari kekerasan-kekerasan itu untuk menentukkan nasib hidup sendiri selagi kami terus berada dibawah tekanan.(amo)

sumber gambar:http://www.freewestpapua.org/index.php?option=com_content&task=view&id=1330&Itemid=2
Rekomendasi Untuk Anda × +