Thursday, 16 December 2010

Masih adakah Nasionalisme Orang Papua...???

User Waktu Tag
Send Email Send Email
Setelah satu tahun lebih terlihat vakum, aliansi mahasiswa papua (AMP) komite kota jogyakarta kembli mengadakan pertemuan perdananya pada tanggal 28/11/10 di rumah adat papua, asrama kmsan 1 papua,jogya. Tinus uaga dan Emanuel gobay yang sudah lama berkecimbun dalam organ pergerakan ini mengkordinir seluruh teman-teman papua untuk berkumpul kembali.

Sesuai dengan agenda yang sudah di edarkan ke masing-masing ikatan pun berlangsung dengan baik sore itu juga. Namun, Tidak banyak mahasiswa yang menghadiri pertemuan tersebut, hanya ada 23 orang papua yang menempati sekian banyak kursi yang telah disediakan panitia sebelumnya.

Sungguh, ini hal yang sangat mengherankan dan tidak bisa dibayangkan, masa dari 30-an lebih ikatan/peguyuban asal papua yang bertebaran di kota gudek cuman 23 orang saja yang hadir. dan dari 23 orang tersebut adalah mereka-mereka yang selalu aktif dalam organ itu kemudian sisanya mahasiswa baru yang mungkin ingin belajar berorganisasi.

agenda pertama adalah pemilihan ketua baru AMP KK jogyakarta, ada 5 orang yang menjadi bakal calon, melalui sistim voting dari 23 suara Yakobus woge berhasil terpilih menjadi ketua dengan jumlah 14 suara dan Roy karoba menjadi sekertaris dengan jumlah 10 suara.

Setelah berhasil terpilih menjadi ketua aliansi mahasiswa papua (AMP) komtie kota jogyakarta periode 2010-2012, yokobus woge diberi kesempatan oleh panitia yang bertugas sebagai pembawa acara untuk memberi kan sedikit kata sambutan,
dalam sambutannya dengan tegas dia menyampaikan bahwa visi dan misi yang sudah ada sejak dulu, mari kita sama-sama sambil bergandeng tangan dan dengan penuh semangat nasionalisme yang tinggi menuju ke visi misi tersebut. Karena hanya dengan bergandeng tanganlah kita bisah mencapai tujuan itu walaupun akan diperhadapkan dengan berbagai macam cobaan dan godaan. Ungkapnya..

Dilanjutkan lagi, semua air yang mengalir pasti ada mata airnya, demikianpulah dengan perjuangan kita. Walaupun banyak orang yang bicara sana sini, percuma saja kalian berjuang tidak mungkn papua akan merdeka dan lain-lainnya, tetapi perlu saya dan teman-teman ketahui bahwa itulah panjangnya sungai yang mengair itu, kalau kita mau bersabar berjalan mengkuti sungai itu pasti juga mata air dari sungai tersebut akan ditemukan walaupun harus melalui rintangan yang bertubih-tubih. Sama halnya dengan perjuangan papua, kita sudah merdeka secara de facto pada 1 desember 1961, sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah kita bisah kembali merebut kemerdekaan yang sudah pernah ada..?? mari kita sama-sama menjawab pertanyaan ini melalui organ pergerakan AMP ini, katanya dengan penuh semangat.

Kemudian panitia juga memberi kesempatan khusus kepada ketua Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua,Jakarta Rinto kogoya. Untuk memberi sedikit gambaran peta politik papua yang sedang berkembang saat ini dan serta memberi pandangan tentang AMP itu sendiri.

Intinya saya mau katakana kepada kita semua bahwa, tanpa bergerak kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Oleh sebab itu mari kita bangkitkan kembali semangat nasionais yang pernah ada. Kita tidak perlu melihat kebelakang lagi, mungkin ada banyak hal yang kita lalai, ceroboh, tidak bersatu, masing-masing mempertahankan idenya dan lain-lain dalam menjalani misi ini sehingga terjadi ketidakcocokan, tidak sepaham, saling tuduh menuduh antara satu sama lain yang selalu membuat perjuangan kita layu bahkan sudah mulai mati.

Namun, saya mau tekankan bahwa itulah yang namanya proses, jika kita ingan mencapai dan memiliki sesuatu yang kita impikan haruslah melalui proses-proses itu. Proses yang kadang membuat kita malas, jenuh, bosan, jengkel dan bahkan juga timbul perasaan pasrah atau putus asa yang ujung-ujungnya tidak mau melanjutkan perjuangan itu.

Mari kita sebagai orang papua yang sudah merdeka, bebas, terlepas dan yang telah menyatakan diri kalau kita merupakan satu negara yaitu west papua (WP) namun hal itu telah hilang karena telah dirampas, dirampok dan dicuri oleh negara indonesia. Negara yang telah menganggap kita sebagai negara boneka buatan belanda dan kemudian melalui TRIKORA (tri komando rakyat) yang dikumandankan oleh presiden sukarno pada tanggal 19 desember 1969 di alun-alun utara direbutlah negara kita west papua (WP) ke dalam pangkuan NKRI, haruslah kita merebut kembali kemerdekaan itu tanpa syarat apapun. Jelasnya, dengan terlihat wajah sedikit emosi tanpa tidak menerima kenyataan yang pernah terjadi di tanah papua.

Sebenarnya yang ingin saya tekankan disini adalah mengapa yang peduli dengan masalah papua hanya sedikit orang saja padahal persoalan papua adalah persoalan kita semua, khususnya buat kita yang berasal dari papua. Karena kalau kita lihat pada kenyataannya yang paling banyak peduli dengan persoalan HAM di papua adalah mereka yang bukan orang papua, mereka korbankan semua milik mereka untuk kami orang papua.

Waktu, tenaga, materi, non materi dan bahkan nyawa merekapun menjadi taruhan antara hidup atau mati. Padahal antara mereka dengan kita sama sekali tidak memiliki ikatan apapun, ikatan darah atau keluarga juga tidak ada, budaya atau adat mereka juga sangat berbedah bahkan lebih dari itu ras mereka juga sangat berbedah dengan kita (kulit mereka putih dan rambut mereka lurus sedangkan kita hitam dan keriting). Toh tetapi mengapa mereka sampai begitu peduli kepada kita...???, sedangkan kita yang menjadi korban malas tahu alias cuek dengan keadaan itu.

sebenarnya kita ini punya harga diri tidak….??? Kalau punya apa yang bisah kita buat sekarang biar bisah keluar dari segala kejahatan-kejahatan itu.(amo)
Rekomendasi Untuk Anda × +
  1. KALAU KITA BERJUANG MENGENAI PERJUANGAN PAPUA MERDEKA ARTINYA TARUHAN NYAWA, DAN JANGAN TAKUT, JANGAN LIHAT KIRI-KANAN KITA,

    DI KIRI KANAN KITA PASTI ADA MUSUH KITA, BAIK DARI KALANGAN KITA MAUPUN ORANG LUAR, BERJUANGLAH.......TRUS......., DOA KAMI TETAP UNTUKMU DISANA.

    KALAU KAKAK TIDAK BERHASIL BERARTI ADIK-ADIK HARUSBANGKIT DENGAN KEGIGIHAN KALIAN, YANG LEBIH HEBOH DARI KAKAK.

    kami pun tetap akan memantau kalaian dari Tanah Air Kami Papua

    ReplyDelete
  2. saya bingung sebagai orang indonesia,saya orang kalimantan selatan yang daerahnya juga makmur sperti di papua..tapi kami tidak pernah memikirkan kemerdekaan seperti kalian...
    kalo kalian menganggap kami berbeda dan tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan anda itu salah!!!
    saya menganggap kalian adalah saudara kami!!kali bagian dari bangsa ini!!jangan mau diprovokator agen2 amerika yang mau memecah belah kita...
    dulu soekarno membebaskan papua karena beliau tidak ingin kalian menderita sperti daerah2 kami selama 3,5 abad!!!kami memperlakukan kalian secara khusus(sampai2 ada UU khusus untuk papua)!!!!kurang apa negara ini untuk kalian???
    kalo kalian mau merubah nasib papua,belajar lah yang serius,setelah itu ikut dunia politik dan rebut posisi2 penting dinegara kita ini(seperti presiden RI)!!!
    nah setelah itu buktikan kalian bisa membuat perubahan pada bangsa ini..pada papua!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    1 hal yang penting,kami tidak pernah membedakan kalian..kalian yang menganggap kita berbeda!!!pikiran picik!!!

    ReplyDelete
  3. Hallo pecundang yang baik. Kami, orang Papua menuntut kemerdekan kami karena kemerdekan adalah hak segalah bangsa, seperti amanat pembukaan UUD. dan kami adalah papua bukan indonesia, dayak, atau lain-lain.

    Jadi, bukan karena kami di profokasi sama amerika, dan lain,lain. Sukarno bukan membebaskan papua, yang ia lakukan adalah menganeksasi papua, menghapus negara yang baru berumur 13 hari, sama persis seperti yang di alami timur lest yang di hapus setelah memprokramilkan kemerdekaannya.

    Soal propokasi amerika, saya pikir anda harus belajar sejarah dari sumber-sumber lainnya. Indoensia berhasil menganeksasi papua dan timur leste atas dukungan amerika juga. Bukan sebalikanya amerika mendukung papua apalagi sampai mempropokasi. Jika amerika mendukung, Papua suda dari dulu merdeka.

    Soal otonomi khusus, apanya yang khus? Kami tidak mengerti. Status, tingal status. Apa artinya sebuah status tanpa implementasi yang konsisten dan komprensip.

    Soal kalian orang kalimantan mau merdeka atau tetap dengan indonesia, itu urusan kalian. Kalian punya hak menentukan apa yang terbaik bagi kalian.
    salam.

    ReplyDelete
  4. kalau temanku dari papua mau merdeka...silahkan saja...setiap manusia dilahirkan untuk merdeka...merdeka dari politik busuk,merdeka dari kebodohan,merdeka dari korupsi, merdeka dari penyakit dll...(salam dari orang merdeka-java)

    ReplyDelete
  5. Kita satu! Bangsa Indonesia kawan, tidak ada perbedaan dari sisi manusiawi, hanya saja setiap suku punya ciri khas masing-masing.

    Jangan kita bersibuk dan bersusah payah untuk merusak keadaan yang ada. Bagaimana jikalau kita bersama-sama membangun keadaan yang ada! Berantas korupsi, yang menjadi musuh terbesar dan merongrong bangsa kita.

    nasionalisasi seluruh aset bangsa, jangn biarkan dikuras oleh pihak asing "Chevron, Freeport, Newmont dll". Sedang kita hanya dapat ampasnya saja.

    Bagaimana cara agar kita mampu merubahnya???
    Belajar dan belajar, jadi manusia yang baik yang melakukan kebaikan dan menghindari kemungkaran. Jangan biarkan krisis integritas merasuk pula kedalam diri kita, agar kita mampu menjadi orang yang jujur sebagai penerus bangsa ini. bukan seperti mereka2 para koruptor yang menyengsarakan kita semua.

    Bersama kita bisa, Saudara2 ku di Papua. . marilah kita majukan negeri kita tercinta, sebagai generasi penerus bangsa. Didalam NKRI atau diluar NKRI bukan suatu masalah! yg terpenting bagaimana cara kita bersatu untuk mensejahterakan daerah kita masing2. KAMI PEDULI kepada NKRI.

    Saya dari Provinsi Riau. Salah satu penerus bangsa, terkhusu Provinsi Riau. .

    Jayalah Indonesiaku, Indonesia Raya. .

    ReplyDelete
  6. Berjuanglah saudara-sadaraku, tapi sebelum Anda berjuang menuntut kemerdekaan, ada baiknya mempersiapkan diri dengan ilmu pengetahuan yang memadai, agar strategi perjuangan yang diambil betul-betul rasional serta logis. Semua itu bisa dilakukan dengan cara belajar dan terus belajar..,dengan belajar kita semua akan keluar dari lembah kebodohan. Sangat disayangkan jika di Jogja, seperti yang sering saya temui, banyak teman-teman mahasiswa asal Papua yang tidak sungguh2 belajar. Banyak di antaranya yang hanya suka berfoya-foya hingga tidak pernah menyelesaikan kuliahnya. Di asra Kamasan bisa kita jumpai mahasiswa yang sudah bertahun-tahun di Jogja tapi belum selesai juga. Mau jadi apa negara Papua nanti-kalau sudah merdeka-dengan generasi yang "malas" seperti itu?

    ReplyDelete
  7. Kita punya kekayaan Alam dan SDM yang memadai, kok gak kita manfaatkan?!?!?!? Ayo boikot barang impor dan ciptakan produk2 berkualitas di Indonesia...

    ReplyDelete
  8. Yang menjadi dasar wilayah negara kesatuan republik indonesia adalah bekas wilayah koloni belanda, maka daerah papua menjadi bagian dari NKRI karena dulunya papua juga dijajah belanda sama dengan sumatera, jawa, bali, nalimantan, sulawesi, maluku, dll. (berdasarkan konvensi PBB bahwa semua wilayah jajahan kembali kepada negara penjajahnya seperti sebelum Perang Dunia II). Jadi disimpulkan secara sah bahwa papua adalah termasuk wilayah NKRI, itu sah menurut hukum internasional. Mari pergunakan ilmu yang kita miliki untuk kesejahteraan bersama seluruh rakyat Indonesia...

    ReplyDelete
  9. papua sudah merdeka secara sah pada tanggal 1 desember 1961, dimana disitu sudah ada bendera bintang kejora, lagu kebangsaan: hai tanahku papua, penduduk dari sorong sampai merauke dan wilayah juga dari sorong sampai merauke. seperti negaramu indonesia juga demikian.
    klo anda masih belum mengerti oke, akan saya lanjutkan, pd tanggal 15 agustus 1945 presiden sukarno berpidato didepan ribuan masyarakat indonesia dan panitia persiapan kemerdekaan indonesia bahwa wilayah yang masuk kedalam NKRI adalah 4 pulau besar yang ada dilaut sunda (sumatra, jawa, celebes/kalimantan dan borneo/sulawesi) dan pulau-pulau kecil ( bali, kepulauan nusa tenggara, maluku dan ternate). jadi saat itu papua tidak disebut karena sukarno tahu kalau papua adalah sbuah negara yang sudah merdeka seperti indonesia saat itu.
    capek jelaskan sama kamu yang bego dengan sejarah papua, jadi bagusnya kamu blajar bnyak tentang sejarah baru bicara supaya jangan asal ngomong... semoga penjelasan singkat diatas bisa menyucikan otakmu yang masih kotor....

    ReplyDelete
  10. trims buanyak............... teman pecundang dari kalimantan, sekedar untuk saudara ketahui, papua adalah miniatur indonesia, hampir semua suku dari aceh sampai ambon ada di papua, dan sudah sekian lama pula kita berusaha untuk menerima saudara2 kita dan menganggapnya adalah bagian dari kitta namun hal ini sangat ironis, dimata kalian kita dianggap binatang, kita sangat sadar bahwa sejarah mengatakan demikian menjelang pepera 1969 Ali Murtopo secara gamblang mengataakan kepada pejuang papua yg disekap pada saat itu dan beliau katakan " KALAU KALIAN MAU MERDEKA MINTA KEPADA AMERIKA BERIKAN TEMPAT DI BULAN, ATAU MINTA KEPADA TUHAN KASI SATU PULAU DI PASIFIK UNTUK KALIAN DIRIKAN NEGARA DISANA KARENA TUJUAN KAMI UNTUK MEREBUT TANAH INI DAN BUKAN UNTUK MANUSIANYA" selanjutnya terjadi pembantaiaan orang papua secara sistematis diatas tanahnya yang tergolong tindakan genosida, apakah ini manifestasi dari bentuk persaudaraan? maaf, tidak ada kata lain teman, hanya satu kita harus merdeka dan pasti merdeka!

    ReplyDelete