Saturday, 19 March 2011

Mahasiswa Mee Menciptakan Tiga Suku Baru

User Waktu Tag
Send Email Send Email
Rupanya keutuhan persatuan dan kesatuan Mahasiswa Mee di Pulau Jawa telah hancur berantakan. Semua melangkah dan berjalan sesuai dengan situasi politik yang sedang terjadi di Daerah. Semua serba sibuk, bingung apa yang sebenarnya membuat semua Mahasiswa terlihat terlalu sibuk. Mahasiswa Mee tidak bisa membedahkan mana yang perlu dibuat dan mana yang tidak perlu. Semua dihajar tanpa mempertimbangkan sebeb-akibat yang akan terjadi dikemudian hari.

Mungkin anda dan saya bangga sekali menjadi orang Mee atau Suku Mee karena ada nilai-nilai tertentu atau arti khusus yang terkandung dalam kata Mee. Tapi sayang sekali, rupanya kata Mee hanyalah sebuah simbol belaka karena tidak ada bukti yang bisa mengangkat atau mendukung nilai-nilai tersebut.

Saya bisa katakan seperti itu karena yang dulunya dikenal dengan satu suku yaitu suku mee, sekarang kelihatannya bukan satu suku lagi melainkan tiga suku yang ada yaitu suku paniai, suku deiyai dan suku dogiyai. inilah tiga kelompok atau bisa dikatakan tiga suku baru buatan mahasiswa mee yang ada dan sedang berkembang dipulau jawa.

Namum sekarang yang menjadi pertanyaan buat saya pribadi dan buat kita semua, mengapa mahasiswa Mee bisa terbagi menjadi tiga suku di atas?, tentunya hal tersebut tidak mungkin terjadi dan terbentuk sendiri tanpa campur tangan dari oknum-oknum tertentu.

Setelah mengikuti perkembangan mahasiswa mee di pulau jawa, ini semua tidak terlepas dari ulah mahasiswa mee itu sendiri. Ada mahasiswa-mahasiswa mee tertentu yang bermain dibelakang untuk mengelompokkan atau membuat suku-suku baru seperti kondisi wilayah yang sedang terjadi saat-saat ini.

Ada dua hal atau pandangan yang mengakibatkan mengapa sampai Mahasiswa Mee bisa hancur,

1. Senioritas,

Yang saya maksudkan disini bukan semua senioritas melainkan mereka-mereka yang telalu sibuk membentuk ini dan itu. Maksudnya membentuk organisasi permanen di setiap kota study dan yang lebih aneh lagi membentuk organisasi lingkup sejawa dan bali. Sebenarnya ada apa ini, sampai detik ini saya sebagai yunior belum mengerti dengan sistim yang sedang dimainkan abang-abang senioritas.

Beberapa hari yang lalu, ketika diskusi dengan teman saya mengenai kondisi mahasiswa mee, sobat saya sendiri bingung mengapa sampai yang dulunya kita selalu makan, tidur, jalan dan melakukan kegiatan apa saja bersama-sama telah hilang dan sama sekali tidak pernah ada lagi, beber sobat saya yang katanya kita yunior adalah korban ulah abang-abang senior, sambil menutup pembicaraannya.

Kalau dibilang korban, saya sebagai yunior sangat setuju dengan apa yang diucapkan sobat diatas, mengapa? Karna saya datang dari papua untuk belajar dan belajar. Belajar menimba ilmu dari mana saja, baik dari dalam kampus maupun dari luar. Kalau di kampus, ilmu yang akan kita dapat adalah sesuai dengan jurusan yang kita tekuni tapi kalau diluar pasti banyak, salah satu contohnya adalah melalui organisasi daerah yang ada di masing-masing kota studi seperti IPMAPAN, IPMAMI, IPMASOR dan lain-lainnya.

Ketika masuk dalam organisasi-organisasi tersebut, tentunya yang akan mengarahkan dan mengajarkan tentang bagaimana cara berorganisasi yang baik adalah abang-abang senioritas. Karna mereka lah yang lebih tahu dan lebih mengerti tentang organisasi. Dengan keadaan saya yang kosong seperti itu, maka dengan mudah abang-abang senior akan mengatur dan mengarahkan saya kemana saja, entah itu ke jalan yang baik maupun ke jalan yang tidak baik.

Contoh konkrit yang bisa saya ambil disini adalah persoalan mengenai sebuah organisasi induk di kota study saya Yogyakarta yaitu WISELMEREN RAYA. Mengenai pemberian nama organ induk ini saja sampai saat ini masih ada keganjilan antara abang-abang senioritas. Ada senioritas lain yang mengatakan kita tetap memakai nama tersebut dan ada pula senioritas lain yang tidak setuju dengan nama tersebut karna pertimbangan satu dan lain hal.

Mengenai persoalan diatas, bukan satu atau dua kali pengurus wiselmeren mengadakan rapat untuk menyatukan pendapat antara abang-abang senior, namun sampai detik ini belum pernah ada penyatuan pendapat atau kesimpulan bersama mengenai nama tadi.

Abang senior yang satu bilang saya punya ide yang benar dengan penyusunan kata-kata yang manis, begitupun abang senior yang lain juga demikian. Egois dan memang sangat egois nampak sekali diantara abang-abang senior, tidak ada diantara mereka yang mau mengalah. Pokoknya saya punya idelah yang harus ditetapkan atau diakui kalau tidak persoalan ini tidak akan pernah selesai sampai kapanpun itulah sikap mereka, abang-abang senior.

Kalau sikap mereka seperti itu terus saya sebagai korban bingung, sebenarnya ada apa dibalik semua ini? Tolong jangan mempermainkan saya seperti mobil remote yang selalu diarahkan kemana saja semau kalian, karna saya datang dari papua untuk belajar bukan datang untuk menjadi korban ulah kalian. Saya tidak mau karna ulah kalian, saya membenci teman saya sendiri padahal kami sama sekali tidak tahu tentang persoalan itu.

Yang menjadi pertanyaan khusus buat saya dan teman-teman yang lain, sebenarnya abang-abang senior ini memang bodoh dalam menanggapi persoalan ataukah pura-pura bodoh?. Maksudnya apakah mereka tahu atau tidak kalau terus mempertahankan ide, apa dampak yang akan terjadi pada adik-adik mereka lebih khususnya dan suku pada umumnya?. Masa keegoisan pribadi diutamakan dari pada mengutamakan kepentingan bersama.

Tolong beri penjelasan kepada kami sebenarnya ada apa, Kalau memang ada persoalan individu diantara kalian, tolong jangan dibawa kedalam organisasi. Selesaikanlah secara kekeluargaan, karena diorganisasi bukan tempat kalian beradu masalah.
Itu hanya contoh kecil yang saya ambil, jadi persoalan kehancuran mahasiswa mee pada umumnya di jawa tidak terlepas dari ulah abang-abang senior. Abang senior dari paniai tidak pernah kumpul dengan abang senior dari deiyai maupun dogiyai untuk membahas bagaiman supaya mahasiswa mee itu tetap solit walaupun didaerah terlihat telah memisahkan kita.

Namun pada kenyataannya tidak. abang senior dari paniai jalan sendiri, begitupun dari dogiyai dan deiyai juga demikian. Semua sibuk, sibuk dengan kepintaran yang mereka miliki. Pintar mencari popularitas dan lain-lainnnya.

Catatan buat kalian abang-abang senior. yang utama dan terutama kalian harus pikir adalah kalian bukan saja senioritas dari asal kabupatenmu tetapi kalian adalah senioritas dari seluruh mahasiswa mee yang sedang dibertebaran pulau jawa. Ingat kita semua berasal dari satu suku yaitu suku MEE. Oleh sebab itu, saya dan teman-teman sebagai yunior atau adik-adik dengan senantiasa akan menunggu satu tindakan perubahan atau satu terobosan baru dari kalian, abang-abang senior.

Terserah dari kalian, kalian mau buat dalam bentuk apa saja oke, yang penting visi dan misinya kita mahasiswa mee tetap satu. Tidak ada perbedaan dengan istilah ko dari paniai, ko dari dogiyai dan ko dari deiyai. Namun sebaliknya kalau anda merasa anda dari suku paniai, suku deiyai atau suku dogiyai silakan urus diri sendiri.

2. Kaki tangan Indonesia

Kehancuran persatuan dan kesatuan mahasiswa mee juga tentu tidak terlepas dari kaki tangan Indonesia, maksudnya mereka (orang/mahasiswa mee) yang sedang bermain mata dengan indonesia untuk mengacaukan kita suku mee. Mengacaukan kekompakan dan segala-segalanya agar diantara kita sendiri tercipta sikap saling benci, marah, jengkel dan bermusuhan.

Banyak cara dan bentuk yang akan mereka tempu untuk mencapai tujuan mereka tadi. Mulai dari hal yang kita pikirkan sampai yang tidak kita pikirkan sebelumnya. Dan juga melalui hal yang wajar sampai hal yang tidak wajar. Pokoknya banyak dan sangat banyak sekali.

Contoh konkrit yang selama ini kita tidak terpikir kalau hal tersebut telah memisahkan kita adalah melalui pemekaran-pemekaran organisasi baik disetiap kota study maupun organisasi induk lingkup sejawa-bali. mungkin kami mengatakan kami membentuk organisasi perkota study atau sejawa dan bali supaya koordinasi antara anggota yang satu dengan anggota yang lain lebih mudah. Dan mungkin juga kami mengatakan supaya lebih mudah komunikasi langsung dengan pemerinta daerah. Atau juga supaya kami lebih mudah belajar berorganisasi dan lain-lainnya

Alasan diatas memang benar dan sangatlah benar, namun alasan itu sepertinya hanya berlaku bagi satu organisasi yang didalamnya juga hanya terdapat satu suku saja. Artinya, Tidak ada suku lain dalam organisasi tersebut. Coba kalau dibandingkan dengan kita, banyak organisasi tapi dari satu suku. Kalau sudah seperti begini, kelihatannya lucu sekali. Masa satu suku kok bedah-bedah organisasi.

Kalau mau dipikir-pikir secara akal sehat, sebenarnya ada apa ini. Yang dulunya suku mee, sekarang tidak. Bukan suku mee lagi tapi sudah terbagi menjadi suku paniai, deiyai dan dogiyai. Julukan ini memang pantas dan tidak bisa kita pungkiri lagi karena kondisi dan keadaan kita mahasiswa Mee sudah berada ditahapan itu.

Tidak perlu kita tanya ini ulah siapa , karena tentunya semua sudah tahu ini adalah sebuah strategi jitu dari NKRI untuk menghancurkan atau memusnahkan kita orang papua dari tanah kita yang kaya raya. Mereka (Indonesia,red) sengaja mengelompokkan atau mempetak-petakkan kita supaya antara kita sendiri saling membenci, saling membedahkan, saling membunuh karakter dan lainnya dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu ( mencari kepentingan perut dengan memanfaatkan keberadaan orang lain dan lainnya).

Namun yang perlu kita tanya sekarang sebenarnya siapa-siapa yang sedang bermain dibelakang untuk mensukseskan strategi NKRI sampai kita mahasiswa mee juga telah terpengharuh atau terjerumus dengan konsidi politik di daerah. Saya pikir tidak mungkin sekali kita mahasiswa mee bisa hancur seperti begini tanpa campur tangan dari orang dalam. Maksudnya, pasti ada mahasiswa-mahasiswa mee/orang-orang mee yang sedang main mata dengan Negara bodoh ini.

Mungkin kalian pikir dugaan saya ini bodoh karena tidak ada data atau landasan sebagai bukti. Tetapi itulah analisa saya, mengapa? Karena selincah-lincahnya kau mengatur strategi untuk menghancurkan kami pasti akan tercium juga.

Kalau mau jadi kaki tangan Indonesia pulang saja ke papua supaya kamu mendapat upah lebih besar, jangan di jawa . Karena saya dan teman-teman tidak membutuhkan orang seperti kau penghianat. Dikulit kau terlihat seperti seorang pahlawan yang lebih mengutamakan kepentingan bersama, namun dihatimu mengapa engkau menghianati kami.

Padahal antara kau dan kami sama, tidak ada perbedaan. Kulit dan rambutmu sama dengan kami (hitam dan keriting), lahir juga didaerah yang sama bahkan kamu dibesarkan juga dari ubi dan noken yang pernah kita rasakan sama-sama.

Tetapi mengapa engkau bisa melihat semua itu dengan sebelah mata demi Negara yang sedang memperkosa ibumu sendiri. Apakah karena nona biru dan nona merah (uang) yang membuat sampai kamu bisa seperti itu. Kalau memang karena itu, tidak puaskah engkau dengan uang jualan ibumu dan ayahmu di kebun yang mencari uang untuk biaya kuliah dan keperluan seharimu dengan mencucurkan keringat tanpa memperdulikan kesehatan mereka?.

Perlu diingat bahwa uraian nomor pertama sama sekali tidak ada kaitannya dengan uraian nomor dua. Tulisan diatas adalah isi hati saya yang selama ini saya rasakan dan lihat mengenai perkembangan mahasiswa mee yang sedang terjadi . disamping itu, agar melalui tulisan diatas kita perlu was-was dan jelih dalam segala permainan yang sedang dimainkan oleh Negara ini melalui antek-anteknya alias penghianat, karena untuk pemusnaan etnis (genosaid) orang papua telah ditargetkan Indonesia sampai tahun 2015 paling cepat dan paling lambat sampai tahun 2020.

Maka dengan demikian mereka akan buat dan susun berbagai strategi dalam bentuk apa saja untuk menghancurkan kami orang papua. jadi mari kita dengan bijak melihat segala persoalan yang sedang terjadi di samping kiri dan kanan kita, sebab teman , kakak, sudara atau keluargamu sekalipun yang kamu anggap dia baik dan tidak mungkin menjual kamu, bisa saja dia menjual kamu demi kepentingan satu dan lain hal.
Mari kita ikuti permainan mereka (kaki tangan, alias anak buah Indonesia) selanjutnya.
(amo)
Rekomendasi Untuk Anda × +
  1. KEHADIRAN ORGANISASI TIDAK MEMPENGARUHI KESATUAN DAN PERSATUAN YANG ADA, SEKALIPUN HADIRNYA PEMEKARAN PASTI MEPENGARUHI HAL ITU, NAMUN DI BEBERAPA KOTA SE JAWA BALI TIDAK TERPENGARUH DAN MASIH DIBAWAH NAUNGAN IPMANAPANDODE KECUALI DI YOGYAKARTA. TIDAK JELAS FAKTOR APA ATAU TERDOKTRIN DENGAN APA SEHINGGA BISA PISAH SEPERTI ITU.

    LAHIRNYA IPMADO BUKAN MEMECAH BELAH PERSATUAN DAN KESATUAN IPMANAPANDODE YANG ADA DI KOTA-KOTA, TETAPI LEBIH PADA PEMBANGUNAN BASIS UNTUK MEMBANGUN SUATU KEKUATAN BERSAMA BAGI ANAK-ANAK DOGIYAI AGAR DAPAT MENGONTROL KINERJA KERJA PEMERINTAH DAERAH DOGIYAI.

    KARENA BERDASARKAN PENGALAMAN DI BEBERAPA KABUPATEN, LEPAS PENGONTROLAN SEHINGGA DANA YANG ADA DIGUNAKAN SE ENAKNYA OLEH PEJABAT DAERAH TANPA PEMBANGUNAN YANG JELAS. DENGAN MELIHAT HAL ITU, MUNCUL GAGASAN UNTUK MEMBENTUK SEBUAH WADAH YANG NAMANYA IPMADO TAPI AMOYE INGAT...!! BAHWA KAMI MEMBENTUK WADAH INI BUKAN UNTUK MEMECAH BELAH KESATUAN DAN PERSATUAN YANG ADA.

    KALAU PERPECAHAN MEMANG TERJADI DI YOGYAKARTA, MAKA SAUDARA JANGAN SEKALI-KALI MAU SALAHKAN PIHAK LAIN ATAU KEPADA ORANG LAIN TETAPI KOREKSILAH DIRIMU BERSAMA TEMAN-TEMANMU SERTA DENGAN SENIORITASMU YANG ADA DI YOGYA. KARENA KOTA-KOTA DI JAWA BALI MUNGKIN YOGYAKARTA YANG PISAH SEMENTARA KOTA-KOTA LAINNYA MASIH DIBAWAH NAUNGAN IPMANAPANDONE.

    SELAIN ITU JUGA WADAH INI DIBENTUK UNTUK, ANAK-ANAK DOGIYAI DAPAT MENGEMBANGKAN DIRI, BAIK ITU JIWA KEPEMIMPINAN MEREKA MAUPUN BELAJAR TATA KELOLAH MANAJEMEN DALAM ORGANISASI. KENAPA DEMIKIAN KARENA WADAH ADA BUKAN UNTUK DATANG BERKUMPUL SAAT-SAAT TERTENTU, MISALNYA SAAT PEMDA DATANG ATAU NATALAN SAJA TETAPI WADAH ADA UNTUK TEMPAT KITA BELAJAR.

    SAYA RASA KITA JUGA TAHU BAHWA KEHADIRAN PEMEKARAN PASTI MEMBAWA MALAPETAKA BAGI MASYARAKAT SEHINGGA PENTING UNTUK KITA GENERASI MUDA MEMBANGUN KEKUATAN SUPAYA MULAI MELAWAN DARI DAERAH KITA MASING-MASING, DAN PASTI AKAN LEBIH EFEKTIF. APA LAGI TUNAS PENGUASAAN DAN PENINDASAN INDONESIA BERAKAR MELALUI PEMEKARAN DOGIYAI MAUPUN DEIYAI, SEHINGGA SIAPA TAHU SUATU WAKTU KITA BISA BABAT KELUAR AKAR YANG BERTUNAS DAN BERTUMBUH DI PANIAI, DOGIYAI DAN DEIYAI. SEMOGA..!!

    ReplyDelete
  2. PIKIRANMU SUNGGUH PICIK KAWAN DENGAN MENYALAHKAN INDONESIA!

    ReplyDelete
  3. JIWA KESUKUANMU ADALAH AWAL KEHANCURANMU SEPERTI DI JAMAN BELANDA YANG MEMBUAT SEMUA SUKU BERANTAKAN DENGAN ADU DOMBANYA... BERPIKIRLAH KAWAN... KITA STUDY BUKAN UNTUK SUKU SAJA TAPI UNTUK SEMUA KESATUAN...

    ReplyDelete
  4. Perlu dipahami koridor kerja organisasi lini hingga organ Utama di tiap kota studi yaitu; organ kabupaten disatukan dalam organ kesukuan yang sekarang dikenal IPMANAPADODE kemudian garis koordinasi ke IPMAPA tiap kota studi. Persoalan Organ yang ada adalah koordinasi kerja berdasarkan koridor kerjanya. Hal ini harus diperjelas, sekali lagi bahwa untuk persatuan harus ada pertemuan antar organ lini dan induk untuk memperjelas semua koridor kerjanya. Salam persetuan dan pembebasan!!

    ReplyDelete