Thursday, 23 February 2012

Jiwa Drogba Belum Ada di Papua

User Waktu Tag
Send Email Send Email

Orang di luar negeri, banyak milioner yang bisa kita contoh, mereka punya segala-galanya namun mereka tidak pelit. Berbagai macam bentuk jasa pelayanan gratis seperti sekolah, rumah sakit, panti asuhan, panti jompo dan lainnya dibangun cuma-cuma hanya untuk orang yang benar-benar  membutuhkan pertolongan. Padahal orang-orang  yang ditolong itu tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka.

Bukan hanya satu, banyak sekali bintang dunia yang sukses melalui bakat-bakatnya menolong orang lain misalnya seperti  Samuel Eto’o, Oprah Winfrey, Messi, Ronaldinho, Drogba. dan lainnya

Yaa..acungan jempol pantas diberikan kepada mereka, sebab mereka tak hanya menikmati uang hasil keringatnya di lapangan hijau untuk dirinya semata. Melainkan memikirkan nasib sesama. Contoh terbaru yang keluar dimedia nasional Jogya Express, edisi sabtu 18/2/2012. Memuat berita di halaman Sportainment bahwa bintang sepak bola yang sedang memperkuat klub terkaya Inggris Chelsea Fc, Didier Drogba ingin membangun sebuah rumah sakit di Abidjan.

Mantan pemain Paris Saint Germany (PSG) salah satu klub di Prancis itu, kini sedang fokus pada pembangunan sebuah rumah sakit (RS) senilai 3 juta poundsterling yang telah dirancang sejak lima tahun lalu bersama yayasannya.
Keinginan membangun rumah sakit yang mahal itu muncul ketika ia berjalan mengelilingi salah satu daerah termiskin di Abidjan.

“ saya senang dan tidak sabar lagi membangun sebuah rumah sakit untuk keluarga-keluarga saya yang selalu sakit-sakitan semoga melalui RS yang akan saya bangun nanti dapat membantu meringankan beban mereka, " ucapnya seperti yang dilansir  thesun.co.uk, Jumat (17/2).

Memang luar biasa sekali jiwa sosialnya, bukan hanya itu ia juga sering melimpahkan sebagian besar pundi-pundi hartanya  untuk kegiatan amal bersama Yayasan Didier Drogba.

Seandainya saja ada satu orang papua yang rela mau berkorban membuat sesuatu yang berfungsi bagi banyak orang seperti mereka diatas, dijamin pasti orang papua yang lain akan tertolong dengan jasanya.  Dari tahun 2001 bertepatan dengan dicetuskan otsus melalui UU No 21 thn 2001 oleh NKRI di tanah papua, banyak sekali dana yang mengalir secara membabi buta.

Para elit politik orang papua yang saat itu duduk dijajaran pemerintahan, tidak satupun yang bijak. Tidak bijak untuk memanfaatkan kesempatan itu.

Begitupun juga dengan orang papua yang sukses dalam usaha, punya PT, CV yang banyak dan lainnya tapi sama saja. Uang berlimpah-limpah masuk ke kantong dompet tapi sayang tidak ada hasil apa-apa.

Inilah problem atau persoalan besar yang secara umum sedang dihadapi oleh orang papua, banyak uang tapi tidak bijak dalam mempergunakan atau memanfaatkan uang-uang tersebut. Sebenarnya mengapa dan ada apa...???

Karena berbicara kasih dalam arti mengasihi sesama baik musuh maupun lawan, orang papualah yang punya kasih paling besar.  Mereka bukan hanya mengasihi sesama sekedar melainkan itu berlangsung lama. Sekakar atau pelit, egois atau mementingkan diri sendiri, benci, dan seterusnya yang bersifat mencari keuntungan diri sendiri tidak dimiliki oleh orang papua.

Sebab tentu sifat-sifat tersebut akan bertentangan dengan kebiasaan hidup sehari-hari. Dan bisa dikata kasih adalah salah satu budaya yang sudah melekat erat secara turun temurun dari para nenek moyang dahulu kala.

Namun para petinggi pemerintahan atau perusahaan sekarang yang punya uang banyak mengenai kasih akan sesama sudah hilang total, yang ada hanya kasih kepada diri sendiri, keluarga sendiri, marga sendiri, suku sendiri dan kasih kepada kerabat atau orang yang pernah berjasa padanya.

Jadi Korban yang berjatuhan dimana-mana di seluruh pelosok tanah Papua bukan hanya karena tindakan-tindakan NKRI yang brutal melainkan juga karena orang papua yang satu acuh tak acuh dengan kondisi orang papua yang lainnya.

Ibarat sebuah perumpamaan “orang samaria yang baik hati”, artinya yang membutuhkan pertolongan sebenarnya tidak jauh, ada didepan mata tapi yang ada hanya lihat dan lewat begitu saja seperti  tindakan seorang imam dalam perumpamaan diatas.

Ingat, mereka yang diluar membantu kita hanya mau mencapai sesuatu yang mereka ingin dapatkan dari apa yang kita punya, bukan membantu kita dengan setulus hati.

Hanya kita sendirilah yang bisa saling topang menopang mengisi setiap kekurangan yang ada, karena itu tentunya murni 100% berasal dari lubuk hati tanpa meminta atau mengharapkan sesuatu.

mengapa orang lain yang bedah dengan kita saja bisa kita tolong sedangkan kita sendiri yang sama malas tau.....??? ayoo jangan sampai kita punah..... bangkitkan ....!!!



Rekomendasi Untuk Anda × +
  1. luar biasa smoga ini mnjadi renungan yg sngat bermnfaat bgi kita smua..good...salam blogger
    visit mee...http://nduni.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. Benar kowan.
    Salut but tulisannya.

    ReplyDelete