Tuesday, 20 March 2012

Selamat Jalan Sobat...!!!

User Waktu Tag
Send Email Send Email

Kalau ada awal tentu akhir juga ada, demikianlah hidup kita di dunia ini. Tuhan yang menjadikan dan Tuhan pulalah yang akan mengambil, jelas Firman Tuhan mengatakan demikian dan kalau dicermati dengan kenyataan hidup ini, sangat benar.

Semua makhluk hidup yang hidup di jagad raya planet biru ini, tentu semua mengalaminya tanpa terkecuali. Beberapa hari yang lalu, pagi sekitar pukul 07.00 waktu Jogya, handphone (HP) saya berdering, sebuah pesan masuk.

Saat membuka pesan tersebut saya langsung membacanya, bunyi pesan sangat mengkagetkan saya. saya tidak percaya dan yakin, karena begitu saya langsung bel untuk mencari kepastian dari none atau sudara sepupu yang sms saya.

Ketika ditanya rupanya apa yang di sms-nya benar, sebagai manusia saat itu saya kaget dan tidak menerima kenyataan hidup yang menimpa saya. Dan saya juga tidak percaya kalau hal yang diluar dugaan itu bisa terjadi.

Bunyi smsnya kira-kira seperti ini “ slamt pagi amoye, pagi ini telah berpulang ke rumah Bapa di surga kakak tersayang Melianus Tenoye, mayatnya sedang disemayamkan dirumah mertuanya di awabutu, paniai...jangan bersedih kaka amo”.

Hari itu saya hanya diam, tidak melakukan kegiatan apapun. Saya merenung kembali semua kenangan yang pernah kita berdua buat. Terakhir saya berjumpa dia di Timika tahun lalu tepatnya di bulan Juni ketika mau kembali dari papua ke jawa.

Karena dia suka berbicara, sebagai adiknya banyak pesan yang ia berikan saat itu. dari sekian banyak pesan hanya satu yang saya ingat, "lebih baik kamu jalani hidup dengan apa yang kamu pikir, jangan dengan pandangan orang lain. Dengan begitu kamu akan tahu arti hidup yang sesungguhnya".

Sesampai di jogya, kami sering sms-an dan teleponan. Mungkin seminggu dua kali atau lebih, pokoknya tidak menentu. 

Memasuki tahun baru yakni 2012, komunikasi antara kami putus lantaran handphone (HP) saya hilang. Semenjak ganti nomor baru, saya tidak terpikir untuk mencari nomornya. Waktu terus berjalan, tidak terasa memasuki bulan yang ketiga ini baru saya dengar kabarnya.

Dia kabarkan keadaannya lewat orang lain, Dia mengabarkan kalau dia telah pergi, pergi bukan sementara waktu melainkan telah pergi untuk selamanya. Saya tidak akan kembali lagi, selamat tinggal. Ini kabar terakhir dia yang bisa saya gambarkan saat pagi itu.

Ya..rasa kehilangan seorang dalam sebuah keluarga tentu dirasakan oleh segenap manusia antara satu dengan yang lainnya, apalagi dulunya hidup mereka sangat akrab, pernah saling membantu, pernah bicara bersama dan lainnya.

Hal demikian juga sedang saya rasakan sampai sekarang walau sudah selang seminggu.  tidak banyak hal yang ingin saya katakan untuk mengantarkan kepergianmu, cuman satu semoga engkau bahagia di sisi Bapa yang maha kuasa.

Dalam kesedihan yang piluh ini, saya dihibur oleh orang-orang yang selalu berada saat suka maupun duka. Tiga malam kami duduk bersama minum kopi. Tuhan yang menciptakan langit dan bumi serta segala isinya akan membalas semua kebaikan teman-teman.

Mungkin saya hanya bisah membantu teman-teman lewat canda dan tawa saat kita bertemu dan tinggal bersama tapi lebih dari itu Dia akan memberkati semua.

Jujur lewat mereka hati yang sedih perlahan telah hilang. Semoga persahabatan kita yang telah ada ini terus ada dan bertahan sampai hajal menjemput. (amo)


Rekomendasi Untuk Anda × +