Thursday, 12 April 2012

Indonesia: Otak Dibalik Penembakan Pesawat Trigana

User Waktu Tag
Send Email Send Email
Penembakan pesawat maskapai penerbangan Trigana yang terjadi di Bandar Udara Kota Mulia Kabupaten Puncak Papua, Minggu (8/4), menjadi bahan pembicaraan yang cukup hangat dan ditanggapi serius oleh para pembesar Negara. Yakni mulai dari orang nomor satu negara ini, paitua SBY lalu turun sampai ke kaki tangannya, pengamat BIN Republik Indonesia dan serta mantan Panglima Kodam Iskandar Muda di Aceh yang sekarang sedang menjabat sebagai kepala UP4B, Letjen (Purn) Bambang Darmono.

Dalam peristiwa ini para pelaku berhasil menewaskan seorang jurnalis Papua Pos, Leiron Kogoya Muliambut, dan melukai  empat orang lain. Dan hingga tulisan ini dinaikkan, tersangka atau pelaku penembakan pesawat Trigana belum juga ditemukan, masih misteri. Akibatnya para petinggi negara yang bisa dikata punya kekuasaan berbicara seenaknya terkait persoalan ini.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) di eranya Ibu Megawati, Susilo Bambang Yudoyono atau yang lebih akrab dipanggil SBY, seenaknya angkat bicara tanpa melihat peristiwa tersebut dengan baik.

Sebagai presiden yang punya kuasa tunggal di repulik ini, mengintruksikan kepada seluruh kaki tangannya yaitu aparat supaya melakukan pengejaran terhadap para pelaku, jika berhasil ditangkap mereka harus diadili dan dihukum setimpal dengan perbuatannya, kata dia saat ditemui wartawan.

Sikapnya itu, terlihat sangat lucu. Dari kata-katanya walaupun tidak diucapkan secara langsung beliau menduga bahwa yang melakukan penembakan adalah dari pihak OPM. Sehingga dengan lugas tanpa berpikir panjang dia bisa berkata demikian.

Rupanya bukan hanya saya, banyak orang yang menilai cara menanggapi persoalan yang disikapi oleh pemimpin negeri ini sangat tidak bijaksana. Dan dia (SBY) dinilai bertingkah seperti orang tidak berpendidikan walaupun dulunya pernah berkecimbung dalam dunia militer. Mengapa? Karena, kalau diamati baik-baik intruksinya, tidak lain dia hanya mau menambah aparat banyak-banyak ke bumi papua.

Padahal setiap demo/aksi hal itu yang selalu masyarakat papua tolak, mereka selalu berteriak di jalan segera tarik militer organik dan non-organik sekarang juga dari tanah papua. Tapi entahlah selama masa kepemimpinannya dalam dua periode ini tidak pernah ditanggapi serius, itukah sikap pemimpin yang baik?.

Tidak puaskah engkau (SBY) dengan berlaksa nyawa orang papua tak berdosa yang kau makan.  Kau adalah seorang manusia bukan binatang buas. Hanya binatang buas yang bisa makan daging manusia dan minum darah manusia. Mengapa kau bersikap seperti seekor binatang buas..??? jangan-jangan hanya parasmu saja yang berbentuk manusia sedangkan yang lain tidak, gawat.

Terlepas dari beliau (SBY), Peneliti Badan Intelijen Negara (BIN), Muchyar Yara juga angkat bicara menanggapi kejadian ini. Beliau dengan tegas mengatakan bahwa diduga berat yang melakukan penembakan adalah kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dibantu Australia.

Selain itu, Untuk menutupi kesalahan negaranya dia mengatakan, “Kalau pihak aparat keamanan dan tentara Indonesia sangat tidak mungkin, karena jika itu dilakukan justru akan menambah keruwetan dan memberikan stigma negatif bagi Indonesia.

Orang gila juga kalah, orang ini bicaranya sangat ngaur. Saya menduga mungkin saat itu dia dirasuki setan Nyi Loro Kidul. Coba lihat dulu letak TKP-nya (Tempat Kejadian Perkara) baru bicara. Jangan asal bunyi (asbun). Apakah TKP-nya terletak didalam hutan, di pinggiran kota, atau dalam kota mulia. Jelas-jelas Bandara kota mulia terletak tepat didalam jantung kota mulia kok bicaranya begitu bagaimana?.

Dan kalaupun juga bandara kota mulia letaknya dihutan saya yakin bukan hanya seribu atau dua ribu aparat yang akan jaga, pasti lebih dari itu, apalagi kota mulia sendiri terletak di daerah pegunungan. Selain itu, Kota Mulia dari dulu dikenal sebagai daerah yang cukup rawan dan sudah dicap atau dijadikan oleh NKRI sebagai daerah merah tempat beroperasinya OPM.

Disetiap sudut Kota Mulia pasti ada saja aparat pembuat kekacauan dimana-mana. Dengan dilengkapi sangkur [pisau] dipinggang sebelah kiri, dan sepucuk senjata api selalu ada ditangan. Maka otomat bandara tersebut sudah pasti ada dalam genggaman  TNI, BRIMOB, Polisi, BIN dan lainnya.Sangat menakutkan.

Dengan kondisi dan situasi yang sangat mengerikan seperti itu, masa OPM yang tinggal di hutan belantara sana bisa masuk leluasa sampai ke dalam kota dengan membawa senjata lalu menembaki masyarakatnya sendiri. Sedangkan musuhnya dibiarkan berkeliaran.

Tidak perlu kaget, tujuan dia (Muchyar Yara) berbicara jelas sekali hanya mau mendukung pembicaraan dari Paitua SBY, tidak lain adalah supaya menyalahi OPM kemudian mereka diburuh dan dibunuh. Selain itu supaya orang luar di luar Pulau Papua yang ada didalam negeri maupun luar negeri tahu kalau yang buat kekacauan selama ini sebenarnya OPM bukan TNI.

Tak ketinggalan bukan hanya SBY dan Muchyar Yara yang beri komentar, kepala UP4B juga demikian. Tapi dia lebih cerdik. Bukan hanya sekedar berkomentar malahan dia sampai turun ke tempat kejadian. Kunjungan yang dilakukan Senin (9/4/2012) siang, dinilai sangat mendadak.  Aneh, cari perhatian sekali beliau ini. Sengaja ciptakan persoalan supaya sok mau jadi pahlawan.

Coba lihat komentarnya ini saat dia ditemui di Bandara Mulia, saya ingin mendorong semua pihak untuk menjaga keamanan, mengapa? karena stabilitas keamanan adalah salah satu kunci dasar untuk melaksanakan pembangunan di Papua.

Jelas bukan, kalau dia hanya mau cari perhatian sama orang papua lewat kunjungan tersebut yakni tidak lain hanya mau supaya kebijakan UP4B yang ditolak oleh seluruh orang papua dapat diterima kembali.

Dia pikir orang papua bodoh. Gampang untuk dipermainkan. Atau bahkan mungkin dia pikir orang papua itu tidak bijak dalam melihat persoalan. Sayang sekali bung, sepertinya kau salah alamat. Di Aceh kau boleh berhasil tapi di Papua silahkan bermimpi saja.

Jadi jelaslah bahwa melalui berbagai argumen, tanggapan, ataupun pandangan briliant yang berhasil mereka lontarkan dalam media-media nasional terlihat sekali adanya pengakuan diri. Artinya mereka sendiri mengatakan bahwa  yang sebenarnya melakukan penembakan itu adalah dari pihak kami, bukan OPM atau yang lainnya.

Kita akan lihat beberapa keanehan yang lucu dalam peristiwa ini, yang tidak mungkin tapi mereka (indonesia) sedang berusaha membenarkan; yang pertama, masa OPM bisa membawa senjata masuk sampai ke dalam jantung kota, aneh. Yang kedua, hanya orang papua asli yang meninggal sedangkan yang lainnya hanya luka-luka, mereka adalah orang luar alias pendatang, aneh. Lalu yang ketiga, kepala UP4B langsung turun lapangan ditempat kejadian beberapa hari kemudian setelah terjadi peristiwa tersebut secara mendadak, aneh. Yang keempat, kejadian terjadi terjadi di lapangan terbang [dalam jantung kota] ketika pesawat sudah mendarat, aneh. Dan yang terakhir adanya tuduhan kepada OPM secara sepihak tanpa didukung oleh bukti yang kuat, aneh.

Datang pake apa dan mau lewat apa pun di papua  dengan apa yang kalian citakan, impikan, dambakan atau harapkan hanyalah akan menjadi sebuah khayalan belaka. Bukan susah atau rumit tapi malahan tidak akan pernah terjadi dan tercapai tujuan kalian karena yang pertama, sejarah papua sudah sangat jelas. Lalu yang kedua cara kalian mau meng-indonesiakan orang papua terkenal sangat bejat dan tidak manusiawi.

Boleh kalian menghasut kami, salahkan kami, membodohi kami tapi ingat kami tidak bisa dikalahkan karena kami tidak akan pernah mundur sejengkal pun.

Rekomendasi Untuk Anda × +