Saturday, 9 June 2012

Masyarakat Paniai Sudah Tobat, Lebih Baik Uang..!!

User Waktu Tag
Send Email Send Email
Dipastikan pemimpin yang akan terpilih memimpin kabupaten paniai periode 2012-2017 mendatang, tidak akan bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat paniai pada umumnya. Mengapa? Sebab setelah mengikuti kampanye selama kurang lebih 2 minggu, kelihatannya masyarakat terlihat sangat terauma dengan kepemimpinan periode lalu, Naftali Yogi S.sos dan Derekh Pakage S.sos.
Masyarakat menilai suara mereka percuma dan sangat tidak berarti, saat itu suara dikasih Cuma-Cuma dengan harapan besar agar mereka bisa memimpin dengan baik namun setelah lima tahun berjalan fakta berbicara lain. Semua pembangunan mati total. Baik pembangunan infrastruktur di pedesaan maupun di kota kabupaten.

Diukur dari pengalaman yang ada itu, masyarakat kabupaten paniai tidak akan memberi suara tanpa dibayar [uang]. Sebab diseluruh pelosok daerah pemilihan kabupaten paniai hampir semua masyarakat berkata bahwa bagi calon bupati siapa yang kasih uang kepada kami maka suara kamipun akan kami berikan kepada dia.

Setelah dicari tahu rupanya menurut masyarakat selain alasan diatas, setiap kali mereka duduk di kursi empuk mereka selalu lupa kita. Dan kelakuan busuk seperti ini bukan baru kami  hadapi dan alami tetapi sudah selama 15 tahun lebih semenjak kabupaten paniai pindah di kota enarotali dari nabire.

Segala kebutuhan yang kami butuhkan untuk menunjang kehidupan kami sehari-hari tidak pernah diperhatikan dan dijawab. Padahal saat kampanye pembacaan visi dan misi, mereka dengan tegas berkata akan menjawab segala macam kebutuhan masyarakat, misalnya kebutuhan ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya.  

Sumpah dan janji pun tak sungkan-sungkan diucapkan didepan publik hanya untuk menarik perhatian publik. Kata-kata yang manis dengan nada suara keras sampai urat nadi mau putus juga sama saja karena kenyataan di lapangan nol. Jadinya di kabupaten paniai  yang ada adalah miskin tetap miskin dan yang kaya semakin kaya.

Itu adalah sedikit banyak kondisi rill masyarakat serta ungkapan-ungkapan isi hati mereka sekarang menjelang pilkada.

Jadi jika dilihat dari apa yang diungkapkan oleh masyarakat paniai diatas, coba pikirkan pemimpin berkarakter apa yang akan naik besok?, karena dipastikan dari ke tujuh kandidat calon bupati dan wakil bupati  yang uangnya banyak, dia yang akan naik menjadi pemimpin daerah. Masyarakat tidak akan melihat dari latar belakang orang itu, dari kemampuan orang itu, dari pengalaman kerja orang itu melainkan akan lihat dari jumlah nilai uang yang dikasih.

Berdasarkan itu semua, kini menjadi pertanyaan besar sebenarnya siapa yang salah dalam hal ini, masyarakat, pemimpin itu ataukah sistim dalam republik ini yang salah?. Sebagai orang papua kita semua wajib menjawab pertanyaan ini, karena sumber kekacauan di bumi papua tidak terlepas dari tiga oknum tadi.


Rekomendasi Untuk Anda × +
  1. Banyak uang juga bukan solusi bagi setiap suku manapun di dunia ini untuk menjadi lebih baik. kecuali percaya kepada Tuhan Yesus dengan sungguh, supaya hati di baharui di dalam Dia. tidak ada figur yg dapat melaksanakan mandat pembangunan kecuali dia Telah dan mau di baharui pikiran, kehendak, dan tindakannya serta dipakai sesuai dengan kehendak Tuhan Yesus. I.S. Kijne di Miey, 26 oktober 1925, pernah berkata seperti begini: DI ATAS BATU-BATU INI SAYA MELETAKKAN PERADABAN ORANG PAPUA. SEKALIPUN BANYAK ORANG MEMILIKI KEPANDAIAN, AKAL BUDI, DAN MARIFAT YANG TINGGI TETAPI TIDAK DAPAT MEMIMPIN BANGSA INI, BANGSA INI AKAN BAnGKIT DAN MEMIMPIN DIRINYA SENDIRI. Kata-kata ini benar tetapi persoalannya adakah hati, pikiran dan keseluruhan hidupnya mau dipersembahkan untuk Tuhan Yesus sehingga cara kerja dan kepemimpinan di negeri ini sebagai pelayan. Jadi orang itu harus ada pembaruan di dalam Tuhan Yesus.

    ReplyDelete