Sunday, 24 June 2012

Pilkada Paniai: Salah Dari Awal, Berikutnya Akan Salah Terus

User Waktu Tag
Send Email Send Email
Menurut para intelektual asal paniai yang sedang kuliah di beberapa kampus Enarotali berpendapat bahwa tertundanya pilkada disebabkan bukan oleh gugatan-gugatan yang diajukan oleh beberapa kandidat yang dinyatakan gugur pada tahapan seleksi lalu tetapi karena ketua KPUD paniai terpilih yakni Zeth Yeimo S.H tidak berdiri dan berjalan pada aturan yang ada.

Ketua KPUD yang diangkat sekitar satu tahun lalu oleh Naftali Yogi S.sos menggantikan KPUD lama Lamek Nawipa dinilai sedang berskongkol atau melakukan kerja sama dengan salah satu dari ketujuh bakal calon bupati dan wakil bupati.

Jerry Yumai, seorang intelektual muda yang sementara ini sedang menuntut ilmu di STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) enarotali mengatakan dengan tegas bahwa tertundanya pilkada adalah salah KPUD.

Status KPU dari awal saja sudah tidak jelas semenjak Naftali Yogi menjadi bupati. Tidak tahu karena apa ketua KPUD paniai diganti berulang kali. Ini hal baru dan sangat aneh. Saya tidak pernah melihat kabupaten lain melakukan pergantian KPUD berulang kali dalam waktu yang singkat, hanya kabupaten paniai saja.

Maka, lanjut dia, ini menjadi pertanyaan besar buat kami, ada apa dibalik ini semua?. Kemudian yang lebih mengherankan lagi adalah Zeth Yeimo naik tanpa ada pemilihan. Dia ditunjuk langsung tidak tahu oleh siapa tanpa melalui aturan yang berlaku, tandasnya dengan nada kesal.

Padahal KPUD lama Lamek Nawipa, dia yang sah kalau kita mau lihat sesuai aturan yang berlaku di negara ini. Dia diangkat melalui pemilihan tim seleksi KPUD, bukan asal-asalan ditunjuk, Jerry menambahkan.

Jadi saya bisa simpulkan, karena dari awal sudah salah maka untuk pilkada 2012-2017 ini akan salah terus. Saya hanya mau berpesan kepada Zeth Yeimo selaku ketua KPU daerah paniai sekarang, jangan maunya disetir atau diatur oleh pihak kedua atau ketiga yang punya kepentingan, karena dampak buruk besar akan kita sama-sama alami dan lebih-lebih kamu sendiri yang akan terjebak, pesan Jerri sambil menutup pembicaraan.

Kemudian ada pendapat dari seorang perempuan, Maria Yogi asal Enarotali yang juga adalah mahasiswa mengatakan, dari pada kita semua masyarakat paniai baik yang duduk dalam birokrat pemerintahan sampai masyarakat petani menjadi korban, lebih baik dirombak ulang saja semua-semuanya. Mulai dari ketua KPUD sampai kepada bakal calon bupati dan wakil bupati.

Kata Maria Yogi lagi, menurut saya lebih baik ulang saja karena kita sudah salah dari awal. Bahaya nanti kalau kita terus maju. Bisa-bisa yang menjadi korban kita semua. Pembangunan dan lain-lainnya yang diperuntukan untuk kemajuan kabupaten paniai bisa mati total.

Tolong pihak yang berwajib cepat bertindak adil dan jujur karena saya dan masyarakat saya tidak mau menderita dan menderita terus. Kami mau rasakan pembangunan yang benar itu seperti apa sekarang. Sebab itu kerinduan yang sedang kami nanti-nantikan dari dulu, kata dia memohon.
Rekomendasi Untuk Anda × +