Thursday, 26 July 2012

Nabire Krisis Pemimpin Bertanggung Jawab

User Waktu Tag
Send Email Send Email
Menurut saya, tidak tahu menurut teman-teman yang juga berasal dari Nabire, semenjak Bupati Isaias Douw, S.Sos menjabat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Nabire, sampai detik ini tidak ada pembangunan nyata yang bisa langsung dilihat dan dirasakan oleh masyarakat.

Secara pribadi saya prihatin, kecewa dan juga kesal dengan beliau. Sudah hampir 3 tahun beliau bekerja namun hasilnya masih belum memuaskan baik itu dari bidang mana saja. Yang menjadi pertanyaan sekarang, selama 3 tahun yang sudah mau berlalu ini apa yang beliau lakukan selama ini?.

Apakah dia tidak pernah berada di tempat tugas?, atau apakah karena keuangan daerah tidak ada sehingga semuanya bisa macet?, ataukah karena dia tidak bisa menjalankan fungsi sebagai seorang pemimpin?. 

Maaf sebelumnya jika saya mau katakan, Bapak Bupati Isaias Douw telah 'GAGAL TOTAL' menjalankan tugasnya, sebab menurut seluruh masyarakat nabire ketika diajak bicara mengenai pembangunan di kota nabire selalu berpendapat seperti yang saya katakan.

Misalnya, beberapa bulan lalu ketika saya tiba di Nabire. Awalnya yang saya pikir, banyak perubahan yang akan saya lihat selama perjalanan pulang ke rumah. Namun dugaan saya salah, pembangunan dari Pelabuhan Samabusa sampai pusat Kota Nabire Pasar Oyehe, masih seperti dua tahun yang lalu, tidak ada yang berubah sama sekali.

Ini nyata dan membuktikan bahwa benar-benar beliau telah gagal total. Dan selain itu saya sebagai mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Nabire, semenjak beliau jadi bupati uang pendidikan yang diperuntukan untuk mahasiswa dalam hal ini bantuan Tugas Akhir (TA) dan uang pemondokan belum pernah dibagikan.

Padahal dana APBD dan dana lainnya yang paling besar dicairkan adalah salah satunya pendidikan. Jadi coba pikirkan, memasuki tahun yang ketiga ini semua dana pendidikan dengan jumlah yang sebesar itu dilarikan kemana semua?.

Bukan hanya ini, sebenarnya masih banyak yang lain namun saya yakin teman-teman semua pasti tahu dan telah merasakan seperti yang saya rasakan juga.

Dengan melihat kasus dana pendidikan yang ada ini, tentu teman-teman berpikir kita harus pergi turun jalan/demo menuntut hak dan kewajiban kita agar dana bisa dianggarkan. Tetapi menurut saya lebih baik kita diam saja menunggu apa yang beliau akan buat kepada kita sebagai anak-anaknya.

Saya punya alasan mengapa saya bilang kita diam saja,
Yang pertama;  Bapak Isaias Douw adalah orang tua kita. Dia orang mee. Beliau tentu tahu dan mengerti tentang filosofi orang mee yaitu Douw= lihat, Gai= berpikir dan Ekowai= bertindak.
Kita sebagai anak-anaknya tidak perlu capeh-capeh berteriak minta bagian kita, dia sebagai bapak pasti tahu kebutuhan kita.

Yang kedua; Capeh berbicara di negara hukum yang hukumnya tidak pernah ditegakkan. Bicara sampai lida dasi juga orang yang berkuasa tetap aman walau kedapatan banyak kasus. 

Jadi maksud dari tulisan pendek ini hanya sebuah hikmah yang dapat kita jadikan sebagai bekal hidup kedepan.

Kata orang menjadi pemimpin memang tidak segampang kita bicara dan tidak segampang ibarat kita membalikkan telapak tangan. Namun ada yang mengatakan, jika kita ingin mengambil dan melakukan sebuah tanggung jawab yang besar alangkah baiknya kita mengukur kemampuan kita terlebih dahulu agar kelak jangan kita mengorbankan orang lain, terlebih mempermalukan diri kita, keluarga, marga serta suku kita sendiri.
(amo)



Rekomendasi Untuk Anda × +