Tuesday, 7 August 2012

Asrama Deiyai Yogyakarta, Diresmikan Dalam Keadaan Bermasalah

User Waktu Tag
Send Email Send Email
Jerino Madai, (ketua panitia)
menyampaikan kata sambutan





"Jujur saya sebagai ketua panitia penyelenggara acaraperesmian Asrama Permanen Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Deiyai II merasa keberatandan sebenarnya sangat tidak layak untuk diresmikan."

Demikian kata Yerino Germanus Madai, selaku ketua panitia peresmian asrama Deiyai II, ketika ditanya kemarin sore (6/8), di Asrama Kamasan Papua I, Yogyakarta.

Menurut Yeri, stasus Asrama Deiyai yang sudah dibangun satutahun lalu itu masih bermasalah karena dihimpit dengan banyak permasalahan yangsampai detik ini belum kunjung diselesaikan.

"Saya hanya bingung, keberadaan asrama ini tidak jelas tapikenapa sampai peresmian bisa berlangsung?. Kan sebenarnya kalau kita mau pakelogika, dalam bentuk apapun barang yang kita mau terima, jika barang itu tidakutuh atau rusak pastinya kita akan tolak apalagi kalau barang tersebut kitabeli dengan harga yang lumayan mahal", jelas Yeri.

"ketika bertemu dengan pemda sebelum satu hari asramadiresmikan, pada waktu itu saya memberi masukan kepada pemda untuk peresmianharus dibatalkan, karena dengan alasan asrama itu sangat bermasalah. Banyak yangharus dibereskan dulu", papar Yeri.

lanjut dia, "namun ketika itu juga, pembicaraan saya dipotongoleh orang lain. Mereka mendesak pemda untuk tetap resmikan asrama. Ada apa sebenarnya dibalik itu?.

Yang menjadikan pertanyaan buat saya, sebenarnya kitamahasiswa ini memang buta atau sengaja membutakan diri ?, masalah ada didepanmata tapi kenapa kita abaikan begitu saja. Coba lihat, sertifikat tanah tidak ada, surat ijin, kwitansipembayaran, surat penjualan dan pembelijuga tidak ada. Dengan melihat tidak adanya bukti milik dan layak untuk ditempati ini apakah layak juga asrama diresmikan?", tegas Yeri menjelaskan.

Sebab dia menilai, walaupun ada surat jaminan antara mahasiswa dengan pemda yang dibuatoleh dia, surat tersebut tidak akan menjamin 100% karena tidak ada kekuatankalau dibawa ke rana hukum. Tetap akan kalah jika tidak ada surat-surat yangdisebutkan diatas. Dan juga dia menduga kemungkinan saja ini bisa dijadikanproyek berikutnya oleh pihak ketiga yang sedang bermain dibelakang layar.

"Yang sedang saya pikir sekarang ini, untuk acara peresmianitu kapan saja kita bisa buat, karena pemda deiyai sebagai orang tua kita tidakakan lari. Tapi masalahnya, kalaubesok-besok ada persoalan menyangkut lokasi, apa yang bisa kita tunjukkansebagai kekuatan kita, apakah kita mau tunjukkan surat jaminan yang kemarinsaya buat itu?. Dan kalau kita tunjukan, apakah surat itu punya kekuatan?, sayapikir tidak. Jadi, jika demikian siapa yang mau bertanggung jawab nanti atas semua ini?,tolong jangan korbankan kami dan jangan memanfaatkan kami yang masih lama dipulau jawa…!!", kata dia dengan nada suara sedikit kecewa.

Sambil menutup pembicaraan, dia berpesan; tidak apa-apa mungkin mereka sedang senang sekarang. Saya pikir semua sudahbesar too.., bisa membedahkan mana yang baik dan buruk. Pesan saya hanya satu,“buah apa yang kita tanam sekarang, buah itulah yang akan kita petik nanti.Kalau bukan kita sendiri yang petik , anak-anak kita yang akan petik(melanjutkan) ”, pesan Yeri.
(amo)
Rekomendasi Untuk Anda × +