Tuesday, 21 August 2012

TNI Menuduh OPM Tanpa Bukti

User Waktu Tag
Send Email Send Email
Kebrutalan Polisi Indonesia
JOGYA - Bukan OPM yang melakukan penembakan, saya jamin sekali. Soalnya aksi penembakan itu terjadi didepan saya.

Kata Naftali Tenouye, masyarakat asli setempat melalui telepon seluler malam ini, pukul 09.00 waktu Papua.

Menurut dia, lokasi tempat kejadian, tidak menjanjikan  kalau OPM yang melakukan aksi tersebut. Sebab lokasi itu sudah lama dikuasai aparat pasca penyerangan Markas Eduda.

"Tempat penembakan ini dari pagi sampi malam selalu dilalui aparat, mana mungkin OPM masuk dan melakukan penembakan. Apalagi sekarang, penjagaan yang dilakukan aparat sangat ketat pasca penyerangan eduda oleh TNI tahun lalu," kata dia menjelaskan.

Masih dari dia, "pada saat terjadi penembakan, kami yang ada di tempat kejadian perkara saja bingung arah datangnya tembakan itu dari mana dan dilakukan oleh siapa. Tapi yang membuat kami heran, masa Kapolres Paniai beserta anak buahnya yang datang setelah 4 jam kemudian di TKP langsung mengatakan bahwa OPM yang melakukan," kata dia heran.

Padahal, sambung dia, di TKP tidak ditemukan bukti apa-apa yang mereka bisa yakinkan. satu-satunya bukti yang ada saat itu hanyalah peluruh yang masih bersarang dalam tubuh korban. Saat kami mau lihat peluruh itu milik siapa, aparat melarang kami, jelas dia.

Tenoye berpendapat lagi, jadi akibat dari tersiarnya OPM yang melakukan penembakan, konsisi di daerah paniai tidak seperti biasanya. semua dalam keadaan sangat tertekan.

Kegiatan kami sebagai masyarakat biasa di daerah yang kami cintai ini telah macet total, kami takut keluar rumah. Sebab jalan-jalan disetiap pelosok daerah paniai sini telah dipenuhi aparat dengan dilengkapi perlengkapan perang, kata dia.

Harapan saya, tolong aparat kalau bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai  dengan yang diamanatkan dalam Pancasila dan UUD 45. kita kan tahu aparat ada untuk memberi kedamaian dan ketentraman jadi jangan tahunya menciptakan persoalan yang memperkeru suasana, kata dia memohon sambil menutup telepon selulernya.

(AMO_yogi)
Rekomendasi Untuk Anda × +
  1. Papua saya cinta, tapi Papua tetap harus jadi wilayah Indonesia. Sekarang berjuang untuk kesejahteraan rakyat Papua.

    ReplyDelete