Sunday, 30 December 2012

Korupsi asyiiiiik....!!!

User Waktu Tag
Send Email Send Email
Dewasa ini, siapa yang tidak tahu dan tidak kenal dengan kata korupsi. Tua, mudah bahkan lansia juga pasti tahu.

Sebagai anak tiri bangsa Indonesia, saya merasa bangga dengan tindakan ini. jujur, secara pribadi saya beri aplos dan angkat jempol.

Sebab tindakan ini adalah sebuah prestasi baru bagi bangsa ini, dimana dari tahun ke tahun selalu melahirkan generasi yang tahunya korupsi. itulah kelebihan bangsa busuk ini.

Sekarang, di Indonesia, korupsi bukan lagi ditakuti malahan seakan-akan korupsi menjadi sebuah ajang kompetisi yang sedang diperlombahkan. Semua sedang ramai berlomba mencatatkan diri untuk menjadi orang nomor satu seperti bos mereka Presiden Suharto yang kekayaannya bisa dinikmati 7 turunannya.

Sedangkan, kalau di negara lain, tindakan korupsi sangat dilarang. jika kedapatan korupsi, hukummnya adalah mati. Itulah yang berlaku dinegara-negara berkembang maupun maju. Sehingga dapat kita lihat, angka kemiskinan mereka sangat minim. Kemudian mereka juga sangat maju diberbagai sektor kehidupan.

Lain pula dengan negara ini, koruptor dibiarkan begitu saja tanpa dihukum. mereka bahkan sering terlihat seperti malaikat yang tidak berdosa. Padahal, akibat tindakan busuk mereka, banyak orang yang seharusnya bisa sekolah tidak sekolah, yang bisa makan akhirnya tidak makan dan lainnya.

inilah problema yang akan selalu menghantui kita selama korupsi itu masih ada. akhirnya dengan melihat perkembangan tindakan busuk ini, saya menarik sebuah pertanyaan? mengapa dan apa faktor utama yang mendorong sampai orang sering melakukan korupsi?

Bingung dan memang karena tidak tahu jawabannya, pertanyaan ini saya tanya pada seorang abang yang saat ini sedang menuntut ilmu di kota gudek, namanya Nimbrot Kudia.

Akhirnya dengan singkat dan jelas ia menjelaskan semua yang ia tahu tentang korupsi. Saya pun berhasil memetik beberapa point penting yang ia utarakan pada saya.

Kata dia, yang pertama, orang dapat melakukan tindakan ini tanpa ada rasa malu dan lainnya karena pengaruh utamanya adalah gen atau pembawaan dari orang tuanya.

Kedua, berasal atau lahir sendiri dari dalam dirinya. itu disebabkan, mungkin karena orang tersebut terlalu egois. Selalu berpikir nasib pribadinya dibanding orang lain. Kemudian ditambah lagi dengan hawa nafsunya yang terlalu tinggi.

Lalu yang ketiga adalah pengaruh dari orang lain. mungkin awalnya memang dia tidak tahu dan takut untuk korupsi tetapi karena dipengaruhi oleh orang lain dengan berupa dipaksa atau diajak akhirnya dia melakukannya. Tindakan seperti ini biasanya dilakukan oleh sekelompok orang.

Dari tiga poin diatas, saya dengan mudah dapat simpulkan bahwa bangsa ini terus melakukan korupsi karena gen. Pengaruh inilah yang sedang berdampak sekarang pada negeri ini, dimana sebelum terbentuk negara ini, orang indonesia saling menguras antara satu dengan lain dalam bentuk kerajaan.

Bukan hanya itu, presiden kedua, Suharto juga bertindak demikian hanya karena pembawaan gen tersebut. lalu turun sampai sekarang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Jika sikap busuk ini, terus dipelihara dan berkembang biak bagai sel. Negara Indonesia diujung tanduk kehancuran.

Harapan saya, semoga negara ini hancur berantakan. biar setiap pulau yang ada dalam wilayah NKRI dapat mengatur dirinya sendiri.
 (AmO)

Rekomendasi Untuk Anda × +