Semana Santa : Tradisi Paskah Yang Tersohor

- 09:50:00
advertise here

Prosesi Samana Santa
Samana Santa [sources]

"Perayaan Semana Santa merupakan tradisi sudah berlangsung sejak 500 tahun yang lalu"

Adalah kota Larantuka, sebuah kota kecil di Nusa Tenggara Timur. Larantuka dikenal pula dengan nama Kota Reinha (Bahasa Portugis) yang artinya Kota Ratu atau Kota Maria. Sejak beberapa tahun yang lalu, Larantuka menjadi sebuah kota wisata religious bagi umat Kristen khusus yang beragama katolik. Lalu apa yang menjadi unik dari wisata religious di Larantuka ?  

Namanya adalah Semana Santa. Pernah dengar ? 
Bagi kalian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur Semana Santa tentu bukan hal yang baru. Namun bagi mereka yang berasal jauh dari NTT, Semana Santa menjadi ajang tahunan yang tidak mungkin akan dilewatkan. Tradisi ini telah menjadi daya tarik sendiri. Bisa dipastikan bahwa tradisi ini telah menarik minat ribuan orang dari penjuru dunia. 


Prosesi Jumat Agung adalah puncak dari Semana Santa. Acara ini diawali mulai dari perayaan Rabu Trewa. Sejak Rabu Trewa, jumlah pengunjung kota kecil itu telah mencapai dan  bisa mencapai 3.000-an orang bahkan bisa lebih. Para pengunjung ini berasal baik dari dalam maupun luar negeri.


Berikut adalah fakta-fakta unik tentang tradisi Semana Santa di Larantuka. 
1. Prosesi Laskar Laut
Arak-arakan Patung Yesus
Laskar Laut [Image Sources]
Prosesi laut adalah suatu rangkaian kegiatan pada  upacara Semana Santa. Pada kesempatan ini, Patung Yesus tersalib yang berada di Kapela Tuan Meninu (Kapela Bayi Yesus) akan diarak melalui laut menuju Kapela Tuan Ma di Pantai Kuce di depan kediaman Raja Larantuka. Arak-arakan ini akan diikuti oleh ribuan peziarah. Pada kesempatan tersebut para perziara akan menyewa kapal-kapal ikan untuk mengikuti arak-arakan tersebut. Kapal-kapal ikan yang disewa biasanya akan diberikan tanda khusus untuk mengikuti arak-arakkan. Kegiatan arak-arakkan patung  Yesus diiringi juga dengan doa-doa yang khusyuk. Lalu setibanya  di Pantai Kuce, patung Yesus yang tersalib tersebut akan diantar menuju Kapela Tuan Ma. Lalu akan dilakukan doa bersama selama 30 menit yang kemudian disambung dengan perarakan Tuan Ma dan Tuan Ana menuju gereja katedral.

2. Ribuan lilin dinyalakan 

NTT negri katolik
Pemasangan Lilin daur ulang [image sources]
Semana Shanta dimulai pada hari Rabu Trewa atau pada hari Rabu. Pada hari tersebut, masyarakat akan melakukan persiapan-persiapan. Masyarakat yang melakukan persiapan-persiapan tersebut adalah mereka yang telah ditunjuk pada setahun sebelumnya untuk dapat berperan aktif pada prosesi-prosesi penting  saat Semana Santa berlangsung.

Hal Yang unik dari Semana Santa adalah soal lilin. Setiap tahunnya ada ribuan lilin yang dibakar di sepanjang jalan dan uniknya lagi, lilin-lilin tersebut adalah lilin  hasil daur ulang dari  lilin-lilin di  tahun sebelumnya. Lilin-lilin itu diolah  berjam-jam oleh para ibu secara manual tanpa menggunakan alat cetakan dan mereka  melakukannya dengan senang hati. 

3. Tuan Ma 

Samana Santa
Tuan Ma dalam Prosesi Samana Santa 
Tuan Ma atau Bunda Maria adalah sosok yang paling dihargai dalam tradisi masyarakat di Larantuka. Bagi Mereka, Tuan Ma atau ibunda Yesus adalah sosok seorang ratu atas semua orang di alam semesta ini. Oleh sebab itu, tak heran jika kota Larantuka dijuluki sebagai Kota Reinha Rosari.

Bunda Maria memiliki ikatan emosi yang kuat dengan putranya Yesus. dari beberapa literature yang saya baca bahwa ikatan emosi antara mayarakat Larantuka dengan Bunda Maria terjadi pada saat abad pertengahan, saat itu masyarakat Larantuka belum memeluk agama katolik dan masih menganut kepercayaan animism. Mayarakat mengenal sosok Tuan Ma setelah mereka menemukan patung Bunda Maria terdampar secara mistis. Dikisahkan bahwa patung Tuan Ma tersebut memiliki tinggi 160 Cm. Masyarakat sadar bahwa patung tersebut adalah patung Bunda Maria ketika mereka melakukan kontak dengan para misonaris dari Portugal yang kala itu berlabuh menuju Larantuka. Dari sana konektivitas warga dengan Bunda Maria terjalin. Patung itu dikenal luas dengan sebutan “Tuan Ma” dan bersamaan dengan masuknya agama Katolik serta budaya Portugis, Tuan Ma menjadi bagian tak terpisahkan, bahkan telah menjadi identitas negeri Larantuka.

Pada dasarnya Semana Santa merupakan prosesi dari penderitaan Yesus Kristus, tetapi bagi masyarakat di Larantuka perhatiannya juga tercurah pada luka dan sakit hati Bunda Maria. Masyarakat ingin membagi rasa sakit dan pedihnya seorang ibu memahami anaknya di pukul, dirajam, bahkan hingga di salibkan.

4. Esmola

Tradisi saling berbagi di Samana Santa
esmola anticoncepcional
Tradisi lain di Semana Santa adalah "esmola". Tradisi ini berupa sedekah dan amal.  Biasanya "esmole" dilakukan oleh ibu-ibu yang berhasil selamat ketika melahirkan. Biasanya ibu-ibu menggunakan sarung lalu ditemani oleh anak gadis mereka. Ibu-ibu dan para anak gadis tersebut akan mendatangi rumah-rumah untuk meminta sedekah.

5. Tambahan Penghasilan Keluarga
Kekerabatan antar agama di NTT larantuka
Pedagang Muslim Berjualan Pada Saat Semana Santa [image sources]
Prosesi Semana Santa yang dilakuakan hampir setiap tahun tersebut telah berhasil mendatangkan ribuan umat manusia di kota Larantuka. Beberapa literatur menyebutkan bahwa jika prosesi Semana Santa tiba, maka semua penginapan di Kota Larantuka akan penuh pengunjung. Tidak hanya itu, biasanya juga beberapa tempat umum semisal gedung sekolah digunakan untuk keperluan pengunjung. 

Salah satu media local di NTT sebut saja suaraflores.net edisi tanggal 30 Maret 2018 menyebutkan bahwa Semana Santa selain menjadi wisata rohani orang-orang Katolik, disana juga menjadi ajang untuk mencari pemasukan dalam keluarga. Momen penting seperti Semana Santa ini digunakan oleh beberapa kerabat yang beragama muslim untuk menjual pernak-pernik untuk dijadikan cindera mata. Jika dihitung dengan jualan lainnya maka omset yang diperoleh sudah mencapai 3 juta. Pedagang-pedagang disana bangga karena diberi ruang untuk berjualan. Uniknya, jualan mereka seperti kaos semana santa dan lilin laris dan memberi keuntungan besar bagi mereka. Satu kaos untung Rp10.000, jika dijual dengan harga Rp50.000. Semoga persaudaran disana tidak hanya terjadi karena momen penting yakni Semana Santa.


***
Rasanya masih banyak terdapat kekeliruan dari penulis, karena penulisan artikel ini hanya diperkuat pada teknik penguatan referensi. Penulis berharap ada saran dan kritikan yang membangun. Salam. Selamat Paskah.
Ricky
Bogor, 01 April 2018


Advertisement advertise here

1 komentar:


EmoticonEmoticon

This Newest Prev Post
 

Start typing and press Enter to search